SEMARANG (SUARABARU.ID)– Widyaiswara Badiklat Hukum Jawa Tengah, Dr. Muh Khamdan, menginspirasi sejumlah ASN muda Kementerian Hukum yang tengah mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) untuk memiliki keberanian dan kesadaran dalam melindungi karya inovatif melalui pendaftaran hak cipta. Menurutnya, setiap aktualisasi yang dibuat peserta tidak hanya sekadar memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga berpotensi menjadi intellectual property yang bernilai strategis bagi penguatan tata kelola hukum nasional.
Dalam kegiatan yang berlangsung 12–13 November 2025 di lingkungan Badiklat Hukum Jawa Tengah, sebanyak 189 peserta dari 12 kantor wilayah Kementerian Hukum se-Indonesia mempresentasikan hasil aktualisasi yang mereka kembangkan selama pelatihan. Para peserta didampingi para coach dan penguji yang mendorong mereka untuk tidak hanya berinovasi, tetapi juga melindungi hasil kreativitasnya dalam sistem hak kekayaan intelektual (HKI).
“ASN muda harus mulai berpikir visioner. Setiap inovasi, aplikasi, maupun model layanan yang dibuat adalah bentuk kekayaan intelektual yang wajib dilindungi,” ujar Dr. Khamdan, yang juga menjadi salah satu penguji laporan aktualisasi. Ia menegaskan, keberanian untuk mendaftarkan hak cipta adalah bentuk profesionalisme dan tanggung jawab moral ASN terhadap karya yang bermanfaat bagi institusi dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Khamdan memberikan apresiasi khusus kepada empat peserta dari Kanwil Kalimantan Barat yang telah menunjukkan progres signifikan dalam pengajuan hak cipta. Keempatnya dinilai berhasil menembus batas administratif dengan mengubah ide aktualisasi menjadi karya yang memiliki legal standing sebagai kekayaan intelektual.
Hak cipta yang diajukan mencakup lima substansi utama, yaitu perancangan peraturan perundang-undangan, data dan referensi analisis hukum, analisis kekayaan intelektual, analisis kebijakan, dan pranata komputer. Semua substansi itu terhubung dengan satu misi besar, berupa optimalisasi layanan hukum secara digital di lingkungan Kementerian Hukum.
Salah satu peserta, Fauzan Rodi, mengembangkan dashboard pemantauan kekayaan intelektual komunal (KIK) berbasis peta digital yang menampilkan data perkembangan KIK di setiap kota dan kabupaten se-Kalimantan Barat. Aplikasi ini menjadi terobosan karena menghadirkan visualisasi data kekayaan intelektual yang sebelumnya tersebar dalam laporan manual.
Sementara itu, Cynthia Devita, ASN muda dari formasi pranata komputer, menghadirkan rancangan aplikasi monitoring Pos Bantuan Hukum Desa. Aplikasi ini memungkinkan integrasi data posbakum dari berbagai kabupaten dan menjadi alat bantu pengawasan efektivitas layanan hukum hingga ke tingkat desa, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo untuk memperluas akses hukum masyarakat desa.
Menurut Ira Khoiriyah, coach dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta, pelatihan dasar bukan semata proses pembentukan karakter ASN, tetapi juga laboratorium inovasi pelayanan publik. Ia menilai bahwa keberanian peserta untuk mengonversi ide menjadi karya cipta menunjukkan terbangunnya budaya berpikir kreatif di lingkungan birokrasi hukum.
“Kalau setiap hasil aktualisasi peserta bisa dilindungi hak ciptanya, maka kita sedang membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan,” tegasnya menguatkan inspirasi widyaiswara Badiklat Hukum Jateng. “Karya ASN bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk memperkuat fondasi layanan hukum masa depan.”
Dalam forum yang berlangsung dinamis, sejumlah peserta dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTB, NTT, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan turut mempresentasikan ide-ide orisinal mereka. Banyak di antaranya mengusung tema digitalisasi dan efisiensi layanan hukum publik, mulai dari sistem pelaporan berbasis aplikasi hingga model data analitik untuk pengawasan regulasi.
Para penguji menilai, presentasi para ASN muda mencerminkan semangat transformasi birokrasi hukum yang adaptif dan kolaboratif. “Inilah generasi baru ASN yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga menciptakan terobosan, dan membantu peningkatan kekayaan intelektual di Indonesia” kata Khamdan dengan optimis.
ua













