blank

Oleh : Dewi Saptariani

“Ku lihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati,,”
Lirik ini mungkin terdengar asing bagi sebagian siswa sekolah dasar saat ini. Di tengah gempuran lagu-lagu viral dan tren media sosial, lagu-lagu nasional perlahan tergeser dari ruang dengar generasi muda. Berangkat dari keprihatinan ini, SD Negeri 5 dan 6 Jambu meluncurkan sebuah inisiatif unik: Program Nyanyi Lagu Nasional, disingkat NANAS.

blank
Kepala Sekolah SDN 5 Jambu dan Dewan Guru

Program NANAS lahir dari keresahan penulis yang merupakan Kepala Sekolah SD Negeri 5 dan 6 Jambu, bersama dewan guru yang menyadari bahwa banyak siswa tidak mengenal lagu-lagu nasional seperti “Maju Tak gentar”, “Berkibarlah Benderaku”, atau “Ibu Pertiwi”. Padahal, lagu-lagu tersebut bukan sekadar rangkaian nada dan kata, melainkan warisan budaya yang sarat nilai patriotisme dan sejarah perjuangan bangsa.

Dewan Guru ingin lagu nasional tidak hanya dikenal, tapi juga dicintai. Harapannya, lagu-lagu ini bisa sepopuler lagu-lagu TikTok yang anak-anak hafal diluar kepala.

blank

Program NANAS dirancang sebagai kegiatan rutin harian yang melibatkan seluruh siswa dan guru. Setiap pagi, setelah selesai membaca Asmaul Husna dan berdoa sebelum pelajaran dimulai, seluruh warga sekolah berkumpul di teras kelas untuk menyanyikan satu hingga dua lagu nasional secara bersama-sama. Lagu yang dipilih berganti setiap minggu, disertai penjelasan singkat tentang sejarah dan makna lagu tersebut.

blank
Kepala Sekolah dan Dewan Guru SDN 6 Jambu, Kecamatan Mlonggo.

Tujuan utama program ini antara lain:

  • Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan sejak dini.
  • Mengenalkan dan melestarikan lagu-lagu nasional kepada generasi muda.
  • Membangun kebersamaan dan semangat positif di lingkungan sekolah.

Lagu memiliki kekuatan emosional yang mampu menyentuh hati dan membentuk karakter. Melalui Program NANAS, lagu nasional dijadikan media edukasi yang menyenangkan dan bermakna. Guru-guru juga mengintegrasikan lagu nasional dalam pembelajaran tematik, seperti membuat puisi bertema lagu “Tanah Airku” atau menggambar ilustrasi dari lagu “Garuda Pancasila”.

Tantangan dan Harapan

Di era digital, tantangan terbesar adalah bersaing dengan konten hiburan yang lebih menarik secara visual dan nada. Namun, Guru SD Negeri 5 maupun 6 Jambu tidak menyerah. Dengan program yang dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten mereka yakin anak-anak akan mulai mengenal, lalu hafal dan dapat menyanyi dengan baik dan benar.

Menurut pendapat para guru, kalau anak-anak bisa hafal dan senang karena lagu luar negeri, kenapa tidak dengan lagu Sorak-sorak Bergembira dan Bagimu Negeri? hanya diperlukan konsistensi dan semangat untuk memperkenalkan warisan Sejarah Indonesia.

Program NANAS bukan sekadar kegiatan menyanyi bersama. Ini adalah gerakan kecil yang menyalakan api nasionalisme di hati anak-anak bangsa. SD Negeri 5 Jambu dan SD Negeri 6 Jambu telah membuktikan bahwa dengan niat tulus dan pendekatan yang menyenangkan, lagu-lagu nasional bisa kembali bergema di lorong kelas dan hati generasi muda.

Semoga NANAS menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk ikut menyemai cinta tanah air melalui nada dan kata.

Penulis adalah  Kepala Sekolah SD Negeri 5 & 6 Jambu