blank
Kapolres AKBP M Kasim Akbar Bantilan, SIK MM ketika menjadi Irup di SDN 10 Wonosobo. Foto : SB/dok Humas Polres

WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Dalam rangka mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan inklusif, Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan, SIK MM bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) di SD Negeri 10 Wonosobo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Safari Sekolah Ramah Anak”. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres menyampaikan pesan penting tentang arti sekolah ramah anak.

Yakni lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi, berkreasi dan tumbuh secara sehat, bahagia, serta berkarakter.

Kapolres menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang bebas dari kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan sikap intoleransi.

Selain itu, sekolah harus bisa menjadi ruang yang mengedepankan non-diskriminasi, penghormatan hak anak dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan sosial maupun pembelajaran.

“Sekolah ramah anak adalah sekolah yang memberi kesempatan bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang sesuai minat dan kemampuannya,” tegas dia.

Di sekolah, lanjut dia, setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan mendapat perlakuan yang adil. Lingkungan sekolah juga harus mampu menciptakan suasana senang, gembira dan bahagia bagi peserta didik.

Jaga Integritas

blank
Kapolres AKBP M Kasim Akbar Bantilan, SIK MM ketika menjadi Irup di SDN 10 Wonosobo. Foto : SB/dok Humas Polres

Kepada para guru, Kapolres mengajak agar senantiasa menjaga integritas dan menjadi teladan bagi peserta didik dalam membangun karakter positif.

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua agar proses pendidikan berjalan seimbang antara rumah dan lingkungan sekolah.

Sementara itu, kepada para siswa, Kapolres berpesan untuk terus belajar dengan semangat, berani mencoba hal baru dan menghormati sesama warga sekolah.

Anak-anak, pinta Kapolres, juga harus menjauhi pengaruh negatif seperti narkoba dan pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Belajarlah dengan tekun, disiplin, dan jangan takut bermimpi,” pesannya kepada seluruh siswa.

Kegiatan Safari Sekolah Ramah Anak ini disambut antusias oleh siswa dan guru SD Negeri 10 Wonosobo. Semua warga sekolah, baik guru, siswa maupun tenaga kependidikan mengapresiasi safari Sekolah Ramah Anak.

Acara berlangsung tertib, interaktif dan penuh semangat kebersamaan, diakhiri dengan sesi foto bersama antara Kapolres dan seluruh peserta upacara.

Muharno Zarka