blank
Ajang Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang digelar di SMA Negeri 1 Wonosobo. Foto : SB/dok Diskominfo

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Pemkab Wonosobo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar seminar pelajar bertajuk “Menyiapkan Diri Merancang Masa Depan” di SMAN 1 Wonosobo.

Seminar bagi generasi milenial itu menghadirkan pembicara Wakil Rektor III Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, Dr Elfan Kaukab, MM.

Selain seminar, kegiatan tersebut juga diisi dengan Mini Expo Produk Inovasi yang menampilkan karya-karya finalis Krenova tahun ini serta hasil inovasi terbaik dari tahun-tahun sebelumnya.

Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) merupakan program tahunan Pemkab Wonosobo yang bertujuan menumbuhkan semangat inovasi di kalangan masyarakat, pelajar dan pelaku usaha.

Melalui ajang ini, diharapkan muncul ide-ide kreatif yang bermanfaat, aplikatif, dan berdaya saing untuk mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan tahun ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya Krenova bekerja sama dengan SMAN 1 Wonosobo sebagai tuan rumah.

Sekretaris Bappeda Wonosobo, Agus Dwiatmojo, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lomba Krenova yang setiap tahun digelar untuk menumbuhkan budaya inovatif di masyarakat.

“Tahun ini kami tidak hanya melaksanakan lomba, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk menyiapkan diri merancang masa depan,” katanya.

Menurutnya, seminar dan mini expo ini menjadi sarana menambah wawasan literasi, kreativitas, serta kemampuan berinovasi bagi pelajar.

Agus juga menekankan bahwa tema Krenova 2025 difokuskan pada pengelolaan persampahan di Kabupaten Wonosobo.

Dikatakan Agus, isu sampah merupakan salah satu tantangan penting daerah yang memerlukan inovasi dan partisipasi aktif masyarakat.

Penanganan Sampah

blank
Kegiatan Krenova diharapkan bisa memancing remaja untuk berinovasi dan punya kreativitas tinggi. Foto : SB/dok Diskominfo

“Jika tidak ada terobosan, masalah sampah akan berdampak buruk bagi lingkungan. Karena itu, kami mendorong lahirnya ide-ide baru, terutama dari generasi muda, untuk menciptakan solusi nyata bagi pengelolaan sampah di daerahnya,” tambahnya.

Kepada seluruh peserta dari unsur pelajar, perwakilan OSIS, MPK, dan ekstrakurikuler sekolah, Agus mengajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan semangat berinovasi.

“Mari kita kembangkan daya kepekaan dan kemampuan berpikir kreatif agar Wonosobo semakin maju dan lestari. Pemerintah daerah berharap generasi muda dapatberkontribusi sesuai kapasitasnya untuk mewujudkan Wonosobo yang lebih baik,” pintanya.

Bagi Agus, kegiatan Krenova Kabupaten Wonosobo telah menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Tahun sebelumnya, inovasi asal Wonosobo berhasil meraih juara dengan karya pengembangan bibit unggul padi Sri Kawung.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Wonosobo, Ibnu Rohmadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan branding sekolah, yaitu sebagai sekolah berbasis riset.

“Kegiatan ini memotivasi siswa untuk berpikir kreatif di luar pelajaran akademik, dan menumbuhkan jiwa inovatif yang akan menjadi bekal dalam menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Ibnu juga menambahkan bahwa inovasi dan kreativitas merupakan nilai tambah penting bagi siswa di era bonus demografi.

“Setiap ide dan karya merupakan bukti nyata kemampuan generasi muda. Dari kegiatan ini, siswa belajar bahwa kreativitas harus terus diasah agar dapat menciptakan solusi dan peluang baru,” jelasnya.

Terdapat 59 peserta yang mengikuti Krenova 2025, terdiri atas 2 kategori yang mencakup kategori pelajar dan kategori umum/UMKM.

Dari seluruh peserta, dipilih 10 finalis kategori pelajar dan10 finalis kategori umum yang akan menjalani tahap penilaian lanjutan selama tiga hari ke depan.

Pengumuman pemenang dijadwalkan akan dilakukan setelah seluruh proses presentasi dan evaluasi pejurian selesai.

Muharno Zarka