blank
BNN Jateng gelar pengembangan keterampilan kerja, pelatihan pembuatan kerupuk dan amplang di tengah banjir. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan pengembangan keterampilan kerja pada kawasan masyarakat rentan, berupa pelatihan pembuatan kerupuk dan amplang ikan tengiri di Kelurahan Kaligawe, Kota Semarang, baru-baru ini.

Kegiatan ini digelar di tengah kondisi lingkungan Kaligawe yang sedang dilanda banjir rob dan genangan air yang cukup tinggi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah pesisir Semarang beberapa hari ini.

Meski akses menuju lokasi sempat terhambat, antusiasme dan semangat peserta tak surut sedikit pun. Sejak pagi, para peserta tetap datang membawa peralatan sederhana, menembus genangan air demi mengikuti pelatihan hingga selesai.

Di tengah banjir yang menggenangi sebagian jalan, aroma ikan tengiri yang digoreng garing dan tawa peserta menjadi simbol keteguhan masyarakat pesisir untuk tetap berdaya.

Mewakili Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Jamaluddin Ma’ruf, Kepala Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) menyampaikan, semangat peserta Kaligawe menjadi cerminan kekuatan masyarakat yang tidak mudah menyerah.

“Banjir boleh datang, tapi semangat mereka tidak pernah padam. Inilah bukti bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba bisa dimulai dari tekad untuk bangkit dan mandiri. Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya dengan sosialisasi dan penegakan hukum. Kami ingin menghadirkan solusi dengan membekali masyarakat keterampilan agar punya harapan dan peluang ekonomi yang lebih baik,” ujar Jamaluddin.

“Melalui semangat War on Drugs for Humanity, kami ingin menunjukkan bahwa perang melawan narkoba juga berarti memperjuangkan kesejahteraan dan kemanusiaan. Banjir boleh menguji, tapi solidaritas dan semangat warga adalah kekuatan sejati,” tegasnya.

Sukiswo, Plt Lurah Kaligawe memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan di tengah situasi sulit tersebut. “Kami sangat mengapresiasi langkah BNN Provinsi Jawa Tengah yang tetap hadir di tengah banjir. Ini membuktikan kepedulian nyata terhadap masyarakat kami. Warga pun luar biasa, tetap hadir dengan semangat tinggi meski jalan tergenang air,” ungkap Sukiswo.

Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat ekonomi warga, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan ketahanan sosial. “Warga kami tidak hanya diedukasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga diajari bagaimana memanfaatkan potensi lokal untuk menambah penghasilan,” imbuhnya.

Ning S