Perwakilan mahasiswa penerima bea siswa foto bersama Ketua Basnaz H.Mustaqim beserta pengurus dan Dirut Bank Syariah Fakhruddin Nur, di Masjid Bazis, Pilangsari, Rabu (08/10/2025). Foto: Anind
SRAGEN (SUARABARU.ID)- Sebagai wujud dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Basnaz Sragen dan Bank Syariah Sragen bekerja sama menyalurkan bantuan bea siswa pendidikan total Rp 192 juta.
Kerja sama ini sebagai wujud dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Bantuan diserahkan kepada 32 mahasiswa.
Penyerahan atau pentasharufan bantuan dilaksanakan secara simbolis di Masjid Bazis, Pilangsari, Ngrampal, Sragen Rabu (8/10/2025).
Para mahasiswa yang menerima bantuan itu tengah menempuh pendidikan di 12 Universitas di Indonesia. Masing-masing mahasiswa menerima Rp 6 juta.
Secara simbolis bantuan diserahkan Ketua Basnaz Sragen Drs H.Mustaqim, MAg didampingi Dirut Bank Syariah Fakhruddin Nur, SSi, M.Ec.Def, CFP, Wakil Ketua Basnaz Drs. Sarwaka serta Eny Sarwaka mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Sragen.
“Bantuan bea siswa agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pesan Ketua Basnaz Sragen H.Mustaqim.
Dirut Bank Syariah Sragen Fakhruddin Nur menyampaikan harapannya agar kerjasama dengan Bank Syariah tidak hanya penyaluran dana, tetapi dapat berperan dalam meningkatkan literasi keuangan demi mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Diharapkan para penerima bea siswa mampu mengelola keuangan dengan baik.
“Dengan literasi keuangan yang baik, generasi muda akan terhindar dari perilaku negatif seperti judi on line. Diharapkan pula lebih bijak dalam menggunaan layanan pinjol dan paylater,” ujar Fakhruddin Nur.

Sebab hal-hal tersebut, lanjut Fakhruddin Nur dapat merusak riwayat keuangan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau bank checking yang nantinya dapat menyulitkan dalam melamar pekerjaan.
Saat ini, lanjut Fakhruddin banyak perusahaan yang menggunakan data SLIK sebagai bagian dari proses seleksi calon karyawannya.
Ibaratnya jika ada yang memiliki keterlambatan dalam pembayaran pinjol atau paylater, maka akan mencoreng catatan keuangan.
“Faktanya, sekitar 70 persen pengajuan pembiayaan KPR gagal karena pemohon memiliki tunggakan di layanan paylater,” terang Fakhruddin Nur.
Dikatakan, melalui kolaborasi itu, Bank Syariah Sragen terus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dan lembaga sosial dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan serta berlandaskan prinsip syariah.
Anind













