SEMARANG (SUARABARU.ID)– Menampilkan 50 karya yang sebagian besar berbicara tentang hubungan manusia, sejarah dan alam, perupa senior asal Jepara Arie Jatmiko menggelar pameran tunggal seni rupa bertajuk Jatmikaning Bumi di Art Centre Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada 6–9 Oktober 2025. Pemeran ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-60 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip.
Tema Jatmikaning Bumi menurut Arie Jatmiko adalah ajakan untuk menjaga harmoni antara manusia, bumi, dan alam semesta. “Setiap karya saya hadirkan dengan pesan moral. Seni bukan sekadar visual, tapi juga cara untuk mengingatkan manusia agar hidup selaras dengan bumi,” tutur Arie Jatmiko
Pameran yang dibuka Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M. yang menyampaikan orasi budayanya.

Pemeran ini menampilkan karya-karya istimewa Arie Jatmiko yang mulai berkarya sejak masih duduk dibangku SMP. “Bermula dari salah satu karya saya yang terjual dalam pameran siswa, saya memiliki keyakinan untuk hidup dari melukis,” ujar mantan pensiunan DPUPR Kabupaten Jepara yang karyanya banyak menghiasi kota Jepara.
Dalam pameran ini, salah satu karya Arie yang berhasil mencuri perhatian pengunjung adalah lukisan Ratu Kalinyamat yang oleh penulis Portugis disebut Rainha de Japara. Dalam goresan cat Arie, pahlawan nasional ini dilukiskan sebagai sosok perempuan cantik, anggun, teguh, berwibawa dan gagah. “Ratu Kalinyamat ini adalah karya saya yang ke tujuh yang lahir dari refleksi panjang mengenai peran perempuan dalam sejarah Jawa,” tutur Arie Jatmiko.

Arie sendiri mengaku melukis Ratu Kalinyamat sejak tahun 1997, jauh sebelum ada ikhtiar untuk mengajukan sebagai pahlawan nasional tahun 2007. “Saat itu secara kultural beliau sudah sangat lekat dihati masyarakat Jepara. Namun belum ada satu pun gambarnya,” kenang pria kelahiran Jepara, 20 Juni 1953.
Menurut Arie Jatmiko lukisan Ratu Kalinyamat lahir dari refleksi panjang mengenai peran perempuan dalam sejarah Jawa yang demikian luar biasa.”Ratu Kalinyamat merupakan simbol kekuatan, kebijaksanaan, dan keberanian perempuan yang relevan hingga masa kini. Terbukti kemudian mendapatkan anugerah sebagai Pahlawan Nasional,” tuturnya

Sementara Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengungkapkan kekagumannya terhadap lukisan Ratu Kalinyamat karya Arie Jatmiko. “Ratu Kalinyamat digambarkan begitu kuat dan penuh makna. Lukisan ini bukan hanya artistik tetapi juga simbol keanggunan sekaligus ketangguhan perempuan Nusantara,” ungkap Lestari Moerdijat, salah satu tokoh yang menginisiasi pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.
Sedangkan menurut Dekan FIB Undip, Prof. Dr. Alamsyah, S.S., M.Hum., karya Arie Jatmiko sebagai bukti nyata pelestarian budaya melalui seni rupa. “Kolaborasi antara kampus dan seniman, menurutnya, adalah langkah penting untuk menghadirkan seni yang sarat nilai historis, filosofis, dan kebangsaan,” tutur Alamsyah
“Kolaborasi seperti ini adalah bentuk nyata bagaimana seni dan akademisi dapat berjalan beriringan untuk merawat kebudayaan Nusantara,” ujarnya.
Hadepe













