blank
Cast pemain film Tukar Takdir, dari kiri; Marsha Timothy, Nicholas Saputra, Sutradara Mouly Surya, Marcella Zalianty, dan Revaldo. foto : hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Film Tukar Takdir yang diangkat dari novel karya Valiant Budi dan terinspirasi dari kejadian nyata melakukan promo tour premiere di Kota Semarang, Minggu 5 Oktober 2025.

Dibintangi sejumlah aktor ternama seperti Nicholas Saputra, Marcella Zalianty, Marsha Timothy, Revaldo, serta sejumlah aktor dan aktris ternama lainnya, film ini disutradarai oleh sineas Mouly Surya.

Dalam sinopsisnya, film Tukar Takdir bercerita tentang Rawa (Nicholas Saputra) yang menjadi satu-satunya korban yang selamat hidup dari sebuah kecelakaan pesawat terbang dari Palu ke Jakarta.

Dihantui ingatan akan kecelakaan dan trauma yang dihadapi pasca peristiwa, Rawa harus bersinggungan dengan sejumlah anggota keluarga korban kecelakaan pesawat tersebut.

Dalam tekanan emosional, Rawa harus menghadapi Anindita (Marsha Timothy), istri dari Raldi (Teddy Syah) yang meninggal sebab bertukar kursi di pesawat, serta menghadapi Zahra (Adhisty Zara) anak dari sang pilot pesawat yang ikut meninggal dalam kecelakaan.

“Saya melakukan riset mendalam guna mendalami kesedihan dan trauma psikologis sebagai sosok Rawa,” ungkap Nicholas saat promo film Tukar Takdir di DP Mall Semarang, Minggu 5 Oktober 2025.

Dalam promo film Tukar Takdir di Kota Semarang, Nicholas Saputra hadir bersama pemain film Tukar Takdir lainnya ada Marsha Timothy, Marcella Zalianty, Revaldo dan sutradara Mouly Surya.

“Kalau riset sebenarnya ya dari pengalaman pribadi atau pengalaman orang-orang terdekat ya. Sekitar 3 bulan untuk membedah skrip dan mendalami karakter,” katanya.

Dari riset itu, ia berusaha menerjemahkan dengan membawa kisah nyata kedalam film. Di mana kesedihan, perasaan kehilangan seseorang dan tekanan psikologis sebenarnya bisa hadir kapan saja dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita suatu hari pasti akan mengalami sebuah kehilangan atau kita pernah mengalami kehilangan. Film ini mencoba untuk menterjemahkan perasaan-perasaan itu dan mungkin pesannya ya bahwa berduka tuh enggak apa-apa dan waktunya tidak bisa ditentukan kapan, sangat relatif dan setiap orang punya caranya sendiri-sendiri untuk melewatinya,” katanya.

Sementara itu, pemeran lain film Tukar Takdir, Marsha Timothy yang berperan sebagai Anindita (Dita), berusaha menyampaikan pesan sebesar apa pun usaha memperjuangkan kehilangan akhirnya harus percaya sepenuhnya untuk berdamai dengan takdir.

Di kisahkan, Dita meski berhasil memperjuangkan haknya sebagai istri korban berupa uang santunan namun pada akhirnya juga tidak bisa mengembalikan suaminya yang meninggal.

“Dia udah memperjuangkan haknya tapi akhirnya kan enggak bisa mengembalikan suaminya juga kan. Jadi akhirnya dia merasa ya udah, dia pulang, ya sendirian juga gitu. Bahwa uang bisa habis tapi dukanya tetap ada,” katanya.

Di sisi lain, sang sutradara Mouly Surya, film Tukar Takdir menjadi jembatan kritik membangun tentang fenomena terjadinya kecelakan pesawat baik dari tragedi, kelalaian, dan pihak-pihak yang bertanggungjawab.

Pesan sosial juga disampaikanya, dari sisi ekspos korban bagaimana media menanggapi seseorang yang sedang berduka. Bagaimana masyarakat menanggapi kedukaan orang dan ada yang selamat bukan menjadi barang tontonan.

“Termasuk uang duka juga yang diberikan kepada korban bagaimana berusaha untuk memperjuangkan keadilan yang lebih baik sih. Jadi ada banyak layer yang dibahas dalam film ini,” katanya.

Hery Priyono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini