blank
Penyerahan kandang manggot kepada lurah Mlatiharjo, Semarang. Foto: FR

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Tim Pengabdian  Masyarakat Program Kemitraan Perguruan Tinggi (PKPT) dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara bersama Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melaksanakan kegiatan pelatihan dan penyerahan alat budidaya maggot. Kegiatan  dengan tema “Budidaya Maggot Mesin Pengolah Sampah Organik Dapur (SOD) yang Ekonomis dan Ramah Lingkungan” ini dilakukan  di Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Kamis (2/10).

Kegiatan ini diikuti oleh anggota PKK Kelurahan Mlatiharjo dan dihadiri langsung oleh Lurah Mlatiharjo. Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi perguruan tinggi dalam memberikan solusi atas permasalahan sampah organik rumah tangga yang masih menjadi persoalan lingkungan di wilayah tersebut.

blank
Fiti bersama peserta pelatihan dan Tim Pengabdian Masyarakat. Foto: FR

Dalam pelatihan, tim dosen dari Unisnu Jepara memberikan pembekalan materi dari berbagai aspek pendukung keberhasilan usaha budidaya maggot. Dr. Aida Nahar, SE, M.Si menyampaikan materi terkait pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha. Dr. Ali, SE, MM membekali peserta dengan strategi pemasaran digital, sedangkan Fatchur Rohman, SE, M.Si memperkenalkan pemanfaatan teknologi website untuk mendukung promosi dan pemasaran produk maggot.

Sementara itu, tim dari Unwahas Semarang yang diketuai oleh Dewi Hastuti, S.Pt., M.P menyerahkan bantuan peralatan berupa kandang maggot kepada peserta sebagai fasilitas awal budidaya. Penyerahan alat ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengelola sampah dapur secara produktif.

blank
Penyampaian materi tentang pengelolaan website oleh Fatchur Rohman

Budidaya maggot dipilih sebagai solusi karena mampu mengurangi sampah organik hingga 50–70 persen hanya dalam hitungan hari. Selain ramah lingkungan, maggot juga memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai alternatif pakan ternak berprotein.

Lurah Mlatiharjo menyampaikan apresiasi kepada tim Unisnu Jepara dan Unwahas atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK dalam mengelola sampah sekaligus menambah pendapatan keluarga,” ungkapnya.

blank
Penyampaian materi pembukuan oleh Dr Aida Nahar

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya dibekali pengetahuan teknis budidaya maggot, tetapi juga strategi pemasaran dan manajemen usaha agar kegiatan dapat berkelanjutan. Program PKPT ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dapur secara ekonomis, efisien, dan ramah lingkungan.

Hadepe – FR