WONOGIRI (SUARABARU.ID) – “Kita wajib memberi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Yakni dengan mengadakan pendidikan yang sama, tapi dengan cara yang berbeda,” tegas Bunda PAUD Kabupaten Wonogiri Ny Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno.
Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, penegasan istri Bupati Wonogiri yang akrab dipanggil dengan Bunda Yayuk ini, disampaikan saat memberikan motivasi pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Inklusi. Bimtek diikuti sekitar 200 orang Guru Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS) dan Guru Tempat Penitipan Anak (TPA).
Kegiatan ini, digelar Rabu (10/10/25), di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wonogiri. IKut hadir memberikan laporan, Kepala Dikbud Kabupaten Wonogiri, Sriyanto. Kepada para peserta Bimtek, Bunda Yayuk, mengingatkan, bahwa pendidikan di jenjang PAUD, menjadi pengalaman pertama bagai anak-anak bersekolah. ”Maka berikanlah kesan yang membahagiakan,” pesannya.
Bunda Yayuk, menekankan, bahwa masa anak-anak adalah masa yang membahagiakan. Bermain dengan kepolosan dan keceriaannya. Tetapi di antara keceriaan mereka, ada beberapa anak yang berkebutuhan khusus (ABK), yang harus mendapatkan perhatian lebih. Kepada mereka, wajib memberi ruang dengan mengadakan pendidikan yang sama, tapi dengan cara yang berbeda, yang disesuaikan dengan kondisi penyandang ABK.
Sebagai bunda PAUD Wonogiri, Bunda Yayuk, sangat menghargai perjuangan para pendidik PAUD, yang dengan sabar dan telaten momong dan mendidik anak-anak untuk menemukan jati dirinya dan memberikan bekal karakter pada mereka. “Saya juga mendoakan Bapak Ibu semua selalu diberikan kesehatan dan selalu dalam bimbingan Allah SWT,” ujar Bunda Yayuk.
Pendamping ABK, perlu mempunyai bekal ilmu dan keterampilan. Dengan adanya Bimtek ini, para guru mempunyai ilmu dan kesiapan dalam membimbing dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Tujuannya, agar pelayanan pendidikan yang diberikan kepada ABK, bisa belajar dengan nyaman dan tidak merasa diasingkan.
“Marilah ikhlaskan hati dan dengan semangat yang luar biasa untuk selalu mendampingi, membimbing dan mengarahkan anak-anak kita yang berada di jenjang PAUD,” pesan Bunda Yayuk. Tujuannya, agar mereka menjadi anak yang baik dan berkarakter, serta berkembang sesuai tingkatan usianya. ”Tentunya dengan menghindari segala bentuk diskriminasi,” imbuhnya. Diharapkan, para guru terus berkarya mewujudkan pendidikan berkualitas, ramah anak dan inklusif. Semua ini, dalam rangka mendukung program Wajib Belajar 13 tahun.(Bambang Pur)













