KLATEN (SUARABARU.ID) – BNNP Jawa Tengah hadir di Universitas Muhammadiyah Klaten untuk memberikan edukasi bahaya narkoba kepada 400 mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kamis (15/10/2025).
Seminar bertema “Anti Narkoba dan Mahasiswa Berprestasi” ini menjadi panggung awal bagi mahasiswa baru untuk berkomitmen melawan narkoba sejak dini.
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat melalui Ketua Tim Kerja Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Jamaluddin Ma’ruf memaparkan kondisi darurat narkoba di Indonesia, yang salah satunya ditandai dengan tingginya angka prevalensi pada usia produktif. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki ketahanan diri yang kuat melalui self regulation, assertiveness, dan reaching out sebagai benteng menghadapi ancaman narkoba.
Selain itu, pentingnya peran kampus dalam mendukung program Kampus Bersinar (Bersih Narkoba) juga digarisbawahi sebagai bentuk komitmen bersama menjaga generasi muda dari bahaya narkoba. “Mahasiswa baru adalah agen perubahan dan calon pemimpin bangsa. Dengan memahami bahaya narkoba sejak dini, mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih narkoba dan berkontribusi aktif dalam gerakan War on Drugs for Humanity,” tegasnya.
Cahyo Pramono, Ketua Panitia PKKMB Universitas Muhammadiyah Klaten mengapresiasi kehadiran BNN Jateng yang telah memberikan edukasi penting kepada mahasiswa baru. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya relevan dengan kondisi darurat narkoba di Indonesia, tetapi juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang memasuki fase baru dalam kehidupan akademiknya.
“Kegiatan PKKMB tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga momentum membangun kesadaran mahasiswa baru agar siap menjadi generasi yang berprestasi tanpa narkoba. Dengan edukasi langsung dari BNN Jateng, mahasiswa mendapatkan bekal pengetahuan dan motivasi untuk menjauhi narkoba sekaligus memperkuat karakter positif, integritas, dan daya juang mereka di dunia kampus,” jelasnya.
Devi Permatasari, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Klaten menyampaikan kesan positif atas materi yang diberikan oleh BNNP Jateng.
“Materi dari BNNP Jateng benar-benar membuka wawasan kami, betapa besar bahaya narkoba bagi masa depan. Sebelumnya, mungkin sebagian dari kami hanya mendengar sekilas tentang narkoba tanpa mengetahui detail ancaman yang ditimbulkannya. Tetapi setelah mengikuti sesi ini, kami semakin sadar bahwa narkoba bisa menghancurkan masa depan,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, BNNP Jawa Tengah menegaskan pentingnya membangun sinergi lintas sektor dalam perang melawan narkoba.
Dengan semangat War on Drugs for Humanity, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Klaten diharapkan menjadi generasi pelopor kampus bersinar dan agen perubahan di masyarakat.
Ning S













