WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para siswa, diindikasikan menjadi rawan untuk dijadikan sasaran provokasi guna melakukan tindakan anarkis. Ini sebagaimana terungkap pada penangkapan 8 siswa SMP-SMA/SMK Wonogiri, yang menyiapkan bom molotov untuk rencana membakar Gedung DPRD dan Markas Polsek Wonogiri Kota.
Berkaitan ini, para prajurit TNI jajaran Kodim 0728 Wonogiri bersama anggota Polres dan Polsek di Kabupaten Wonogiri, disebar untuk menyambangi sekolah-sekolah. Kedatangan personel TNI-Polri ini, sekaligus tampil menjadi inspektur upacara di sekolah-sekolah di Kabupaten Wonogiri.
Sebagai inspektur upacara di sekolah, para prajurit TNI dari jajaran Kodim 0728 dan para personel polisi dari Polres maupun Polsek se jajaran Wonogiri, dapat sekaligus memberikan pengarahan dan pembinaan kepada para pelajar.
Tujuannya, memberikan edukasi pemahaman agar para murid tidak mudah menjadi korban provokasi dari provokator. Tidak tergiur terhadap ajakan melakukan demo, unjuk rasa yang disertai dengan aksi anarkis.
Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono melalui Penerangan (Pendim) 0728 Wonogiri, Pelda Indra, mengabarkan, itu sebagaimana dilakukan oleh Danramil-13/Pracimantoro Kapten (Cba) Oyon Subiyanto misalnya.
Bersama anggotanya, Kapten (Cba) Oyon, menyambangi sejumlah sekolah, yang salah satunya SMK Negeri I Pracimantoro. Dalam kesempatan itu, para siswa diimbau untuk tetap fokus pada kegiatan belajar mengajar, dan tidak ikut-ikutan dalam aksi unjuk rasa.
Negatif
“Sabagai pelajar, tugas utama kalian adalah belajar. Jangan sampai ada yang terlibat aksi unjuk rasa yang dikhawatirkan bisa menimbulkan hal-hal negatif yang tidak diinginkan,” tegas Danramil-13 Pracimantoro, Kapten (Cba) Oyon Subiyanto.
Lebih lanjut diingatkan, agar para siswa menjauhi ajakan negatif yang dapat merusak masa depan. Para siswa, diharapkan turut aktif menjaga ketertiban lingkungan, tidak mudah percaya terhadap berita hoaks, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kegiatan prajurit menyambangi sekolah ini, diharapkan dapat ikut serta mensosialisasikan pemahaman agar pelajar tidak mudah terprovokasi. Juga memberikan edukasi, supaya para siswa tidak mudah menerima ajakan untuk demo, unjuk rasa yang berbuntut pada aksi anarkis.
Di sisi lain, kegiatan ini mampu memperkuat ketahanan sekolah, utamanya dalam peran serta ikut menjaga keamanan. Juga dalam upaya menyelamatkan para murid sebagai bagian dari generasi muda, dari tindakan melakukan aksi kerusuhan.(Bambang Pur)













