blank
Sungai Lusi tempat penemuan jasad bocah 8 tahun asal Desa Kalanglundo yang tenggelam. Foto: Tya Widya/dok Polres Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Peristiwa bocah tenggelam di Sungai Lusi, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, kembali menyita perhatian masyarakat.

Seorang anak berinisial EPM (8), warga Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di aliran Sungai Lusi, Senin (22/6/2026).

Kabar bocah tenggelam di Sungai Lusi, Ngaringan, Grobogan tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat.

BACA JUGA : Pesanmasa Unissula Tekankan Birrul Walidain Kunci Mutlak Kesuksesan

Warga langsung berdatangan ke sekitar lokasi setelah mendengar informasi mengenai hilangnya korban di sungai yang berada tidak jauh dari permukiman penduduk.

Korban diketahui masih berstatus pelajar sekolah dasar dan tinggal di Desa Kalanglundo. Kejadian tragis itu menimbulkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga setempat.

Peristiwa tersebut terjadi di aliran Sungai Lusi yang berada di wilayah Desa Kalanglundo. Lokasinya yang dekat dengan permukiman membuat warga segera bergerak melakukan pencarian setelah menerima informasi adanya anak yang diduga tenggelam.

Informasi awal diperoleh dari dua teman korban yang kemudian memberitahukan kepada seorang warga mengenai dugaan tenggelamnya EPM saat berada di sungai.

Mendapat kabar tersebut, warga langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian di sekitar aliran sungai dengan harapan korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Sejumlah warga yang berada di lokasi segera menyisir area yang diduga menjadi titik hilangnya korban. Upaya pencarian berlangsung secara spontan dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Tidak lama kemudian, warga menemukan korban berada di dalam aliran sungai dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Warga selanjutnya mengevakuasi korban dari dalam air dan membawanya ke rumah keluarga sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Ngaringan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Menerima laporan dari masyarakat, anggota Polsek Ngaringan bersama tim identifikasi segera mendatangi lokasi kejadian.

Petugas langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian guna mengungkap kronologi dan memastikan penyebab meninggalnya korban.

Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Ngaringan IPTU Andry Fajar Irianto menjelaskan bahwa anggotanya bergerak cepat setelah menerima laporan.

BACA JUGA : PLN Indonesia Power UBP Semarang Salurkan Program CSR Melalui Khitan Massal, Sasar Dhuafa

“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan guna memastikan penyebab meninggalnya korban,” ujar IPTU Andry Fajar Irianto.

Di lokasi kejadian, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai peristiwa tersebut.

Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian maupun warga yang ikut melakukan pencarian korban.

Hasil Pemeriksaan Polisi

Dari hasil pemeriksaan, diketahui lebar Sungai Lusi di titik kejadian mencapai sekitar lima meter. Sementara kedalaman sungai di lokasi penemuan korban diperkirakan sekitar satu setengah meter.

Petugas juga mencatat bahwa lokasi penemuan korban tidak jauh dari rumahnya di Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan.

Selain memeriksa lokasi kejadian, polisi berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Ngaringan untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana lainnya.

Tenaga medis bersama tim identifikasi kemudian melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sesuai standar yang berlaku.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi adanya perbuatan kriminal yang menyebabkan kematian.

Petugas justru menemukan indikasi yang sesuai dengan kondisi korban yang meninggal akibat tenggelam di dalam air.

BACA JUGA : Tarif Tak Naik 13 Tahun, PDAM Grobogan Andalkan Efisiensi dan Tanpa Rekrutmen Karyawan

“Dari hasil pemeriksaan medis dan identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam,” jelas IPTU Andry Fajar Irianto.

Pihak keluarga menerima kejadian bocah tenggelam di Sungai Lusi, Ngaringan, Grobogan tersebut sebagai musibah.

Keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menuangkannya dalam surat pernyataan resmi sebelum jenazah diserahkan untuk dimakamkan.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” kata IPTU Andry Fajar Irianto.

TYA WIDYA