blank
Workshop dan Seminar Nasional Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) se-Jawa Tengah. Foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi tuan rumah Workshop dan Seminar Nasional Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) se-Jawa Tengah yang mengangkat tema “Menuai Harapan Pengembangan Generasi Z dalam Bingkai 7 Jurus BK Hebat.” Kegiatan ini diikuti sekitar 350 guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam mendampingi peserta didik Generasi Z.

Seminar menghadirkan Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., sebagai keynote speaker.

Dalam sambutannya, Prof. Darsono menyampaikan rasa terima kasih kepada MGBK Jawa Tengah yang telah mempercayakan UMK sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UMK untuk menjadi tuan rumah workshop dan seminar nasional ini. Senang sekali bisa menyambut ratusan guru BK dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Semoga kegiatan ini menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., Founder Indonesian Hope Harvest Institute, serta Susilo Adi Pratomo, M.Pd., Fasilitator Nasional 7 Jurus BK Hebat. Seminar turut dibuka oleh Ketua MGBK Provinsi Jawa Tengah, Nurcahyo Adi Prasetyo, S.Pd., Kons.

Dalam sesi utama, Prof. Dody Hartanto memperkenalkan konsep Hope-Based Counseling atau Konseling Hope sebagai pendekatan yang menempatkan harapan sebagai fondasi utama dalam layanan bimbingan dan konseling. Menurutnya, guru BK tidak hanya berperan membantu siswa menyelesaikan persoalan, tetapi juga mendampingi mereka menemukan tujuan, mengenali potensi, serta membangun keyakinan bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk berkembang.

Sementara itu, Susilo Adi Pratomo menjelaskan bahwa implementasi 7 Jurus BK Hebat menjadi strategi bagi guru BK dalam memberikan layanan yang lebih relevan dengan karakter Generasi Z. Pendekatan tersebut dimulai dari mengenali potensi peserta didik melalui asesmen, membantu mengelola emosi, membangun resiliensi, menjaga konsistensi, menjalin komunikasi yang empatik, membangun kolaborasi, hingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Melalui seminar nasional ini, UMK berharap para guru BK memperoleh wawasan sekaligus strategi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Dengan layanan BK yang semakin adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada harapan, diharapkan peserta didik Generasi Z dapat berkembang menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Ali Bustomi