blank
Ilustrasi: Ora pandak terkena semprotan ac. Fot: Reka SB.ID

Peserta terakhir, dari negeri Konoha, kehilangan akal juga. Tetapi, demi nama baik negerinya, ia maju seraya berjalan gontai-santai mendekati gajah. Ia langsung mengelus-elus kuping gajah itu, lalu tiba-tiba berbisik ke telinga gajah beberapa saat lamanya. Gajah menganggukkan kepalanya seraya kakinya dihentakkan; lalu ndheprok, terbaring, menyandarkan kepalanya ke tanah; dan air matanya meleleh.

Baca juga Sak Ora-Orane

Semua penonton tepuk tangan, dan peserta dari Konoha dikerubungi banyak orang. Semua orang itu bertanya yang sama: “Kamu membisikkan apa?” Ia terdiam cukup lama, setelah itu baru menarik nafas menguatkan diri untuk menjawab, katanya: “Saya hanya berbisik, gajah temanku, apakah kamu tahu berapa besarnya utangku lewat pinjol? Utangku telah setinggi 50 persen dari batas maksimum 60 persen; padahal rumahku sudah dipasangi tulisan “Dilelang.” Gajahe ora pandak, menangis dleweran matane.

Dosen pascasarjana dalam mata kuliah Pengembangan Masyarakat (UNS, Surakarta), dan Filsafat Ilmu (SCU, Semarang)