
KATA ora bisa menyertai kata yang lain baik di depan maupun di belakangnya, dengan pengertian yang berbeda-berda. Nah, kali ini kita bincangkan kata ora yang diikuti kata pandak.
Membaca kata pandak ini, hendaklah Anda membayangkan sedang berhadapan dengan anak kecil yang sedang belajar omong ………”ndak…. ndak…..”: untuk mengatakan tidak.
Atau tiba-tiba datang ke rumah seorang tamu ingin bertemu mbah putri, lalu Anda menjawab: “Nyuwun sewu, eyang uti nembe tindak,” maaf nenek sedang pergi. Tindak, pergi atau bepergian. Membaca tindak(an) ini senafas dengan kata “tindakan hakim itu sudah adil.”
Ora Pandak
Dalam percakapan sehari-hari, kata pandak ini relatif jarang diucapkan hanya satu kata pandak saja. Umumnya, kata ini disertai kata ora, sehingga ungkapannya ora pandak. Dan …………. tembung ora adalah satu-satunya kata yang paling cocok untuk kata pandak.
Mengapa begitu? Kata lain selain ora, rasanya tidak ada yang pas atau cocok untuknya. Misalnya wis pandak, atau aja pandak. Tidak bermakna idiom itu; namun begitu orang mengatakan cah ora pandak, nah ……… orang sedunia tahu semua maknanya.
Ora pandak memiliki empat makna, yaitu ora betah, ora tahan, ora suwe, lan gembeng, gampang nangis. Masing-masing tentu harus dikaitkan dengan konteksnya. Jika seseorang kanginan sithik wae dari AC lalu pusing atau bahkan nggregesi (merasa kedinginan), nah………ia dikatakan: “Wahhh….jebul ora pandak angin/AC.” Artinya dia ora tahan, tidak mampu bertahan menghadapi AC.
Baca juga Ora Paja-Paja
Lain halnya bila ada orang awalnya duduk bersila manis di sebuah pertemuan. Ehhhhh ora gantalan suwe, dia sudah beringsut-ingsut, berulangkali mengganti posisi kakinya. Tingkah semacam itu disebut ora pandak dalam arti ora betah bersila.
Bagaimana orang disebut ora pandak dalam makna gembeng, gampang nangis? Contoh untuk ini gampang dan banyak banget. Anak kecil yang gembeng, suka dan gampang menangis adalah salah satu contoh konkretnya. Namun hati-hati, banyak anak kecil yang gembeng-nya dipakai untuk senjata minta perhatian. Sithik-sithik nangis, sithik-sithik nangis. Jika ada anak seperti itu, padahal ora ngelih, lan ora lara; hati-hati, jangan-jangan hanya bermain senjata saja dia agar diperhatikan atau keinginannya dikabulkan.
Gajah Gembeng
“Orang pintar” antar lima negara mengikuti sayembara atas nama negara masing-masing, topik sayembaranya ialah berhasil membuat gajah menangis sambal menghentak-hentakkan kakinya. Lima orang pintar itu adu strategi. Ada yang mengutakan doa-semedi, ada yang menggunakan jampi-jampi. Empat orang pintar sudah melakukan aksinya, tetapi gajah tidak kunjung menangis.













