MASIH tentang kata ora, tentang kata ora, yang kali ini digabungkan dengan kata paja-paja menjadi ora paja-paja. Apa makna ora paja-paja? Nah, kita awali dengan cerita dulu.
Alkisah ada seorang raja, namun sangat senang bila dipanggil dengan sebutan jenderal. Dia memiliki banyak anak buah, sebutlah prajurit; namun ada seorang anak buah, pangkatnya setara sersan, yang sangat ia sayangi.
Orang-orang berpangkat di kerajaan itu, ora paja-paja kedekatannya dengan sang jenderal, ehhhhhh sang raja, bila dibandingkan dengan si sersan. Urusan apa pun yang pertama dan utama dipanggil untuk diajak diskusi ya si “sersan” itu. Sersan itu pula yang paling sibuk di antara ratusan hulubalang lainnya. Kabeh ora paja-paja.
Baca juga Ora Nglegewa
Suatu hari raja tiba-tiba memberikan tongkat komandonya kepada sersan itu, dengan pesan: “Simpankan tongkat ini, dan boleh diberikan kepada orang lain bila kamu merasa orang itu jauh lebih bodoh dari kamu meskipun pangkatnya tinggi.”
Dikembalikan
Suatu hari setelah bertahun-tahun tongkat itu disimpan oleh sersan, raja yang dipanggil jenderal itu berkemas-kemas sangat serius untuk bepergian jauh. Si “sersan” dipanggil, dimintai saran, dan bermacam-macam saran diberikan.













