blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat mengirim senam bersama di SMP Negeri 3 Kertek. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Kesadaran akan pentingnya kesehatan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harusdirespons dengan aksi nyata.

Pasalnya, tantangan kesehatan masyarakat saat ini semakin kompleks. Jika anak-anak tidak dijaga kesehatannya sejak dini, bukan tidak mungkin mereka ke depan akan jadi generasi yang rapuh.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Kampanye Aksi Bergizi sebagai wujud komitmen untuk membangun budaya hidup sehat yang dimulai sejak dini.

Bupati Afif Nurhidayat dalam acara “Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG), Bulan Imunisasi Anak Sekolah (Bias) dan Kampanye Aksi Bergizi” di SMPN 3 Kertek, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pemeliharaan kesehatan secara menyeluruh.

Program tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk edukasi, tetapi juga penguatan investasi sosial jangka panjang melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut, semua ingin memberikan kesan yang kuat kepada masyarakat bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab pribadi, namun dampaknya bersifat kolektif.

“Saya harap ini bukan hanya menjadi seremonial. Melainkan memunculkan kebiasaan yang berkelanjutan, hingga tercipta budaya hidup sehat dalam keseharian warga Wonosobo,” ujar Afif.

Bupati Wonosobo juga menegaskan bahwa program CKG merupakan bagian dari 8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Wins Presiden RI. Program ini menyasar seluruh kelompok usia sesuai siklus kehidupan, mulai dari bayi hingga lansia.

“Artinya, pelaksanaan CKG yang dilakukan secara serentak tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan,” lanjut Afif.

Dilaporkan Afif, hingga 29 Juli 2025, pelaksanaan CKG di Wonosobo telah menjangkau 140.062 orang, dengan mayoritas penerima manfaat berasal dari kelompok dewasa dan lanjut usia.

“Namun Pemkab Wonosobo kini mulai memfokuskan perhatian pada kelompok usia sekolah, terutama rentang usia 7 hingga 17 tahun melalui inisiatif CKG anak sekolah,” ujarnya.

Aksi Bergizi

blank
Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo ikut sarapan bersama di SMP Negeri 3 Kertek. Foto : SB/Muharno Zarka

Dalam konteks tersebut, lanjut Afif, tahun ajaran baru 2025/2026 menjadi penanda penting dimulainya pelaksanaan nasional CKG anak sekolah, yang diawali dari Sekolah Rakyat di bawah koordinasi Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan RI.

Dikatakan Bupati, Kabupaten Wonosobo secara serentak ikut menandai langkah besar ini dengan menyasar seluruh anak usia sekolah dari tingkat SD hingga SMA/sederajat, termasuk SLB serta anak-anak usia sekolah yang belum terjangkaup endidikan formal.

“Saya mengajak semua pihak seperti Dinkes, Disdikpora, Kemenag, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, seluruh sekolah dan Puskesmas untuk berkolaborasi dan memastikan bahwa tidak ada anak yang terlewat dari layanan kesehatan ini,” tegas Afif.

Bertepatan dengan Kampanye Aksi Bergizi, Afif juga mengingatkan bahwa peningkatan kesehatan generasi muda tidak bisa dilakukan dengan satu pendekatan tunggal. Perlu intervensi terintegrasi yang mencakup edukasi, nutrisi dan perlindungan imunologis.

Kampanye Aksi Bergizi sendiri, disebut Bupati Wonosobo, telah dilaksanakan sejak tahun 2022 dan kini memasuki tahun keempat pelaksanaan di Wonosobo.

“Tahun ini, kampanye tersebut disinergikan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), termasuk pemberian imunisasi HPV bagi siswi kelas 9 yang belum mendapatkan,” katanya.

Sinergi ini, imbuh dia, akan memperkuat perlindungan kesehatan bagi remaja, terutama remaja putri, melalui kombinasi pendekatan promotif, preventif dan kuratif.

“Keberhasilan program ini tentu tidak terlepas dari komitmen sekolah, guru, orang tua dan tentu saja partisipasi aktif siswa. Mari kita wujudkan generasi muda Wonosobo yang sehat, cerdas dan tangguh,” tegasnya.

Karena, menurut Afif, merekalah yang akan menjadi pilar pembangunan daerah di masa depan. Anak-anak sekolah saat ini menjadi investasi yang sangat berharga bagi keberlangsungan daerah dan bangsa ini di masa depan.

Strategi Kesehatan

blank
Siswi SMP Negeri 3 Kertek Wonosobo saat meminum vitamin untuk kesekian tubuh. Foto : SB/Muharno Zarka

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan Sulat menjelaskan bahwa peluncuran dua program hari ini menjadi bagian dari strategi kesehatan daerah yang menyasar anak usia sekolah.

Dia menyebutkan bahwa Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah ditujukan untuk anak usia 7 hingga 17 tahun, yang terdiri dari peserta didik di jenjang SD/MI hingga SMA/SMK.

“Jumlah sasaran riil kami sebanyak 152.664 anak. Inimencakup semua anak usia sekolah yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan formal,” jelas Jaelan.

Jaelan juga menambahkan bahwa anak usia pra-sekolah, seperti PAUD dan TK, termasuk dalam kelompok sasaran terpisah yang akan dilayani secara bertahap sepanjang tahun, dimulai sejak Februari 2025.

Selain pemeriksaan kesehatan, Pemkab Wonosobo juga memulai pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dijadwalkan berlangsung dua kali setahun, yaitu pada bulan Agustus dan November 2025.

Program ini menyasar siswa kelas 1, 2, dan 5 SD, serta kelas 3 SMP, dengan jenis vaksin yang berbeda sesuai jenjang usia.

Siswa kelas 1 SD, diberikan imunisasi Campak-Rubella. Kelas 2 menerima vaksin DT (Difteri dan Tetanus). Sedang kelas 5 SD mendapatkan vaksin TD (Tetanus Difteri) dan HPV khusus untuk siswi.

“Adapun siswi kelas 3 SMP juga mendapatkan imunisasi HPV untuk mencegah kanker leher rahim,” terang Jaelan.

Lebih lanjut, Jaelan menekankan bahwa kegiatan imunisasi ini menyasar seluruh anak, baik yang bersekolah di lembaga negeri maupun swasta, termasuk madrasah di bawahvnaungan Kementerian Agama.

Pelaksanaannya dilakukan oleh masing-masing Puskesmas yang bekerja sama dengan sekolah dan didampingi tim monitoring dari Dinas Kesehatan, Disdikpora, Diskominfo, dan Kejaksaan Negeri.

“Prinsip yang kami pegang adalah pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Banyak penyakit kronis dan berbiaya tinggi bisa dicegah melalui imunisasi dan deteksi dini.

“Melalui pemeriksaan kesehatan ini, kita bisa mengidentifikasi faktor risiko sejak dini dan melakukan intervensi sebelum berkembang menjadi penyakit serius,” tandasnya.

Dengan sinergi antara layanan kesehatan, edukasi dan pelibatan lintas sektor, Pemkab Wonosobo berharap dapat menciptakan ekosistem yang mendukung generasi muda tumbuh dalam kondisi sehat, kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Muharno Zarka