JEPARA (SUARABARU.ID) – Unit Pengembangan Bahasa UNISNU bekerjasama dengan Kelompok Gerakan Menulis Puisi “Membaca Jepara” menggelar kegiatan sosialisasi dengan tajuk “Ngobras” sebuah kegiatan Ngobrol Seputar Sastra di lingkungan kampus UNISNU, Sabtu, 26 Juli 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh beberapa mahasiswa dari berbagai program studi dengan tujuan membangkitkan kembali semangat menulis kreatif, khususnya dalam bentuk puisi, di kalangan generasi muda.
Inisiator dan koordinator penerbitan buku Membaca Jepara, Didid Endro. S. mengatakan bahwa menulis puisi bukan hanya tentang keindahan kata, tetapi juga sebagai cara mahasiswa menyuarakan keresahan, harapan, dan pandangan mereka terhadap dunia.

“Dengan puisi kita dapat berekpresi, menjadi ruang refleksi, maupun menyatakan isi hati dan keresahan terhadap negeri,” ujar Didid saat menjabarkan materinya tentang puisi.
Sebagai pemateri utama. Dalam sesi materinya, Didid tidak hanya membagikan teori dasar kepenulisan puisi, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk menulis dan membacakan karya mereka.
Acara tersebut juga menghadirkan beberapa penyair senior Jepara yang tergabung dalam Membaca Jepara seperti Nur Komar, Ratu Andayani, Jenong Suprihatin, dan Bayu Andara. Mereka bergantian membacakan puisi dan berdiskusi dalam sesi tanya jawab.
“Ini merupakan Program Kerja yang diperbarui dari Unit Pengembangan Bahasa. Rencana selanjutnya kami akan menjalin Kerjasama dengan Membaca Jepara dalam pengumpulan karya sastra mahasiswa yang hasil ahirnya adalah membukukan karya mereka.” Terang Dwi Erlin Efendi.
Menurut Erlin, Kepala UPT Pengembangan Bahasa UNISNU ,acara tersebut adalah perdana dilaksanakan namun diharapkan bisa kontinu dan berlanjut secara rutin.
“Komunitas Membaca Jepara juga berharap melalui kegiatan ini, akan tumbuh lebih banyak penulis muda dari Jepara yang mampu menyuarakan isu-isu lokal maupun nasional melalui karya sastra, khususnya puisi.” Ujar Nur Komar, Koordinator Penulis Membaca Jepara.
Septiana Wibowo













