WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, merupakan wilayah yang sangat kondusif. Masyarakatnya mayoritas muslim, tapi di Kabupaten Wonogiri berdiri Sekolah Tinggi Agama Buddha. Ini menjadi wujud nyata, adanya sikap bertoleransi dalam membangun kerukunan di bidang keagamaan.
Penilaian ini, disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri, Dr Porman Patuan Radot, saat menyampaikan kesan pada malam pelepasan Kajari yang digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Kajari Porman Patuan Radot, bertugas menjadi Kajari Wonogiri sejak Bulan Agustus 2022. Jadi sudah dia jalani selama 2 tahun 11 bulan. “Kesan saya terhadap Wonogiri, adalah kabupaten yang sangat kondusif,” tandasnya.
Menyatakan hal tersebut, Kajari Radot mencontohkan tentang situasi Kabupaten Wonogiri yang kondusif. Ini terjadi, karena adanya sikap toleransi antar umat beragama. Masyarakatnya mayoritas muslim, tapi di Kabupaten Wonogiri berdiri Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya. “Saya bilang, ini luar biasa. Ada Sekolah Tinggi Agama Buddha di tempat yang mayoritas masyarakatnya muslim. Ini menjadi wujud adanya sikap toleransi yang sangat-sangat luar biasa di Wonogiri,” ujar Porman.
Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, gelar malam pelepasan dan pengantar tugas bagi Kajari Porman Patuan Radot ini dilaksanakan Selasa malam (22/7/25). Acara ini digelar, karena Kajari Porman Patuan Radot berpindah tugas menjalani promosi jabatan menjadi Asisten Intelijen di Kejati Maluku Utara. Tapi untuk sementara ini, masih merangkap tugas karena pejabat penggantinya masih kosong.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menyampaikan apresiasinya bahwa Kajari Porman Patuan Radot selama ini turut bersinergi dengan Pemkab Wonogiri dan dikenal sebagai sosok yang komunikatif. “Koordinasi tugas kedinasan terjalin dengan baik. Beberapa waktu lalu kita juga membuat MoU dengan Kejari. Ini wujud koordinasi bersama Pemkab Wonogiri termasuk dengan Forkompimda,” kata Bupati Setyo.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan cenderamata berupa karya seni tatah sungging wayang kulit Tokoh Batara Kresna yang dibingkai dengan pigura kaca. Dalam pewayangan, Batara Kresna dikenal sebagai Raja Dwarawati titisan Betara Wisnu, dan menjadi salah satu simbol tokoh wayang yang paling dihormati, disegani dan dicintai.(Bambang Pur)













