blank
Trio Komisioner Bawaslu Wonogiri (keempat, kelima dan keenam dari kiri) foto bersama dengan Pengurus dan Wanhat LDII Kabupaten Wonogiri.(Dok.LDII Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri, berupaya membangun kerjasama dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Ini dilakukan dalam kiat mengembangkan pendidikan pemilih, dan partisipasi aktif di bidang pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu).

Tokoh senior LDII Kabupaten Wonogiri, H Joko Santosa HP, mengabarkan, hal tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Slamet Mugiyono, Selasa (22/7/25), saat melakukan kunjungan ke Gedung LDII Kabupaten Wonogiri.

Baca Juga  ;;Lima Sepeda Motor Disita, 84 Lembar STNK dan 13 SIM Diamankan

Kunjungan Anggota Bawaslu dari Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (Humas) ini, dilakukan untuk mewakili Ketua Bawaslu Wonogiri Joko Wuryanto, dalam upaya membangun kerjasama dalam pendidikan pemilih dan partisipasi aktif dalam pelaksanaan Pemilu. Utamanya dalam upaya pengawasan partisipatif dari masyarakat.

Kunjungan Komisioner Bawaslu Wonogiri ke LDII ini, dilakukan bersama dengan dua Anggota Bawaslu Wonogiri, Ambar Endro Saputro dan Mayaris Kusdi. Keduanya dari Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, dan dari Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat.

Baca Juga  : Waspadai Penipuan Aktivasi Indentitas Kependudukan Lewat WA

Kedatangan trio komisioner Bawaslu Kabupaten Wonogiri tersebut, disambut Ketua LDII Kabupaten Wonogiri, H Sutoyo, beserta segenap Dewan Penasehat (Wanhat) dan jajaran Pengurus Harian bersama Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK).

Bawaslu Kabupaten Wonogiri, menyatakan, kunjungan silaturahmi ke LDII ini, untuk melakukan audiensi sebagai upaya menjalin kemitraan dengan stakeholder elemen masyarakat, dalam rangka pengawasan Pemilu. Termasuk pencegahan pelanggaran, pemeliharaan daftar pemilih dan pembaharuannya, pengawasan partisipatif, pendidikan pemilih dan pencegahan money politic.

Baca Juga: Bendera Merah Putih Disemprot Cat Gegerkan Sragen, Tiga Remaja Ditangkap

Ketua DPD LDII Wonogiri H Sutoyo, menyampaikan selamat datang dan ucapan terima kasih atas kehadiran Komisioner Bawaslu di Kantor DPD LDII Wonogiri. ”LDII senantiasa mendukung dan mensukseskan program-program pemerintah,” tegas Sutoyo yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Wonogiri.

Tagline 3K

Kami, tambah Sutoyo, punya tagline 3K yaitu Karya, Kontribusi dan Komunikasi. Lakukan Karya walau sekecil apapun yang penting punya nilai, dan mempunyai Kontribusi kepada masyarakat, lalu Komunikasikan dengan baik. Ini menjadi dakwah bi hal yang efektif, contohnya di bidang pendidikan,kami mendirikan 4 Pondok Pesantren (Ponpes), beberapa sekolah SD, SMP dan SMA.

Baca Juga  : Stratifikasi Jadi Momen Penting Para Pelaku Penyiaran

LDII Wonogiri saat ini memiliki perwakilan setingkat kecamatan (PC) sebanyak 23, dan perwakilan setingkat desa/kelurahan ada 73. Ada 2 kecamatan yang belum terbentuk pimpinan tingkat kecamatan yakni Paranggupito dan Karangtengah.

Mayaris Kusdi, menyampaikan tahapan-tahapan penyelenggaraan pemilihan umum termasuk tugas dan kewenangan Bawaslu. Tahapan pra penyelenggaraan Pemilu, seperti pemeliharaan daftar pemilih, pembaharuan daftar pemilih yang harus selalu dikawal agar tidak ada warga negara yang mempunyai hak pilih yang tercecer. “Kita wujudkan pengawasan partisipatif, agar pelaksanaan Pemilu mengedepankan kejujuran, bermartabat dan berintegritas,” tandas Mayaris.

Dalam kesempatan itu, Wanhat DPD LDII Wonogiri, KH Suharto, mempertanyakan bagaimana strategi pendidikan politik untuk generasi Gen Z ?. Ambar menjawab: ”Salah satu strateginya membuat program Bawaslu Mengajar, untuk memberikan pendidikan politik, penyadaran akan bahaya politik uang, hoax, dan ujaran kebencian melalui media sosial.” Sekretaris DPD LDII Wonogiri, Agung Susanto, berharap, ada tindak lanjut MoU dengan Bawaslu. Hal ini terkait dengan program kegiatan pendidikan politik untuk pemilih pemula.(Bambang Pur)