JEPARA (SUARABARU.ID) – Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang (KMJS) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Relawan Muda Dusun Suwengen, Desa Samosari membangun ‘Pasar Rakyat’ yang dinamakan ‘Pasar Sumengen’. Pembukaan Pasar dilaksanakan pada Kamis (20/07/2025) yang diawali dengan kobaran api obor.
Obor dinyalakan oleh Camat Batealit Muh Taufiq bersama dengan perangkat desa sebagai bentuk permulaan Pasar Sumengen. Pembukaan dengan obor bertujuan sebagai wujud do’a dan menyimbolkan bentuk pengingat cerita leluhur saat Samosari dibakar.
“Semoga api yang pernah membakar nenek moyang Desa Somosari mulai tadi siang api itu menjadi lentera dan bermanfaat bagi kami kedepannya. Mowo Deso menuju Arum Deso” ucap Alkin selaku ketua Pokdarwis.

“Dengan dihidupkan obor, menandai sebagai dimulainya pasar rakyat dukuh suwengen. Dan api ini sebagai penanda bahwa api itu bisa menerangi setiap manusia, bisa menerangi juga alam. Dan harapannya ini nanti bisa bermanfaat bagi kita semuanya. Dari semua unsur, karena api tidak membedakan mana yang akan diterangi,” ungkap Muh Taufiq selaku Camat Batealit.
Terdapat 10 stand UMKM dari warga Suwengen yang menjajakan produk khas daerah Samosari seperti Kopi, Lengkunis, Sayur dan Buah hasil kebun, dan beberapa produk makanan.

Kemeriahan acara didukung oleh para warga sekitar dan wisatawan Air Terjun Suwengen. Terdapat penampilan Akustik dan persembahan dari panitia. Antusias pengunjung dibuktikan dengan habisnya koin sebagai bentuk transaksi pasar. Koin yang ditukarkan dengan uang senilai Rp 2.500,- per koinnya ini berjumlah 350 pcs yang disediakan panitia. Sampai acara selesai, tercatat 3 kali refil penukaran koin oleh para pedagang dengan jumlah koin yang habis hari ini adalah 1.400 pcs atau senilai Rp 2.625.000,-.
Pasar Sumengen berpegang pada prinsip demi tradisional. Dengan penggabungan budaya, wisata, dan ekonomi masyarakat desa, diharapkan wadah ini dapat dilaksanakan setiap bulan sekali pada Ahad Pon. Makna ‘Sumengen’ diambil dari diambil berarti Sumerep Sewengen dengan tujuan lewat pasar ini orang luar biasa lebih dekat dan melihat Sewengen secara utuh baik dari segi sosial budaya, ekonomi dll

Sebelumnya Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang (KMJS) mengawali kegiatan pemberdayaan dan pengabdian masyarakat atau Desa Mitra pada Kamis (17/07/2025). Desa Mitra 2025 ini adalah kali ke-VI KMJS melaksanakan bakti kepada masyarakat. Bertempat di Desa Samosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Desa Mitra direncanakan akan berlangsung selama tiga minggu pelaksanaan dan empat minggu monitoring kegiatan.
Pembukaan disimbolkan dengan penurunan banner di Balai Desa Samosari. Desa Mitra kali ini juga menjadi jembatan desa dengan mitra instansi daerah dan komunitas masyarakat.
Menjelang siang, acara dilanjutkan dengan bakti sosial dalam kesehatan yakni donor darah gratis yang bekerjasama dengan PMI.
Hadepe – Tim KMJS Pusat













