
Namun, lanjutnya, tantangan kependudukan yang dihadapi saat ini tidak lagi sebatas jumlah, melainkan lebih dalam, menyangkut kualitas generasi, ketahanan keluarga, dan peran anak muda dalam isu-isu penting seperti pernikahan anak, stunting, kesehatan reproduksi remaja, urbanisasi, hingga perubahan iklim.
Lebih lanjut menurut Iswar, Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu gerbang utama untuk mencetak generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara emosional dan siap berkontribusi secara nyata.
Ia menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap seluruh finalis yang telah menampilkan performa luar biasa, serta menyampaikan pesan khusus kepada para peserta bahwa mereka bukan hanya tampil untuk meraih gelar, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan.
Iswar berpesan agar pemenang, para duta dan finalis dapat menjadi teladan, bukan hanya di atas panggung malam ini, tetapi juga di lingkungan masing-masing, di ruang-ruang kecil kehidupan, tempat perubahan besar sesungguhnya bermula.
“Wali kota dan seluruh jajaran Pemkot Semarang bertekad dan berkomitmen memastikan anak-anak muda Kota Semarang tidak berjalan sendiri dalam menavigasi berbagai tantangan zaman dengan memperkuat edukasi keluarga hingga tingkat RT dan RW, memperluas kampanye anti pernikahan usia anak, dan memastikan bahwa remaja memiliki akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang benar, akurat, dan ramah remaja,” ungkap Iswar.
Komitmen Wali kota yang juga dikukuhkan sebagai Bunda GenRe bukan hanya tentang memberi arahan, tetapi juga tentang menjadi sahabat dan penguat bagi langkah-langkah kecil perubahan yang sedang dibangun anak-anak muda Kota Semarang.
Tema yang diangkat dalam Pemilihan Duta GenRe tahun ini adalah “Aksara Amoghapasa”, sebuah simbol yang mencerminkan kekuatan karakter dan budaya sebagai fondasi penting dalam membangun peradaban yang maju. Tema ini relevan dengan semangat menuju Indonesia Emas 2045, di mana kecerdasan harus dibarengi dengan karakter, dan inovasi harus berdiri di atas nilai-nilai luhur bangsa.
Acara berlangsung semarak dengan penampilan seni budaya dari para finalis dan dukungan penuh dari para orang tua, guru, pembina, serta para mitra program kependudukan dan keluarga berencana.
Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat, mulai dari tim pelaksana Disdalduk Kb, relawan, juri, hingga para pembimbing di masing-masing wilayah yang telah membentuk lingkungan positif bagi tumbuhnya generasi yang peduli dan berdaya.
Dengan terpilihnya Mikail dan Natasya sebagai Duta GenRe 2025, Kota Semarang sekali lagi menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga serius dalam membangun manusia. Karena dari remaja yang teredukasi, terlahir keluarga yang kuat, dan dari keluarga yang kuat, lahirlah masa depan yang gemilang.
Hery Priyono













