blank
Bupati Setyo Sukarno (berdiri di podium), menyampaikan Nota Pengantar Rancangan KUA dan PPAS Tahun 2026 di rapat paripurna DPRD Kabupaten Wonogiri.(SB/Bambang Pur)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Jumlah pendapatan daerah pada rancangan KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan PPAS (Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) pada APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wonogiri Tahun 2026, diprediksikan turun sebesar Rp 488,248 miliar lebih.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menyampaikan hal ini saat memberikan nota pengantar atas rancangan KUA dan PPAS Tahun 2026. Yang itu, disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Wonogiri. Disebutkan, Pendapatan Daerah pada KUA-PPAS Tahun 2026 direncanakan sebesar Rp 1,893 triliun lebih. Jumlah ini, terhitung lebih kecil Rp 488,248 miliar lebih, dibanding APBD 2025 sebesar Rp 2,381 triliun lebih.

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Wonogiri digelar Selasa (15/7/25), di ruang Graha Paripurna lantai dua. Dihadiri 45 dari 50 anggota Dewan, dipimpin Ketua Sriyono bersama tiga orang Wakil Ketua (Sugeng Ahmady, Krisyanto dan Suryo Suminto), dengan didampingi Sekretaris Dewan Edy Tri Handiyantho.

Ketua DPRD Sriyono, dalam menyampaikan daftar absensi kehadiran, menyebutkan untuk Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Gerindra Plus PAN hadiri lengkap, masing-masing sebanyak 27 dan 7 anggota. Untuk 7 anggota Fraksi Partai Golkar hadir 5, kemudian dari 5 Anggota Fraksi PKS hadir 4, berikut 4 Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat (KBD) hadir 2.

Ikut hadir dalam rapat paripurna DPRD tersebut, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, Sekda FX Pranata bersama para Pimpian OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Dalam kesempatan ini, Bupati Setyo Sukarno menyampaikan sambutan terkait persetujuan DPRD tentang Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2024 untuk ditetapkan menjadi Perda. Yang kemudian dirangkai sambutan terkait penetapan Perda tentang Perubahan APBD Tahun 2025 untuk dievaluasi Gubernur Jateng, dan penyampaian nota pengantar atas rancangan KUA-PPAS Tahun 2026.

Transfer

Menurut Bupati, penurunan pendapatan disebabkan karena komponen pendapatan transfer, belum dicantumkan dalam rencana pendapatan. Komponen pendapatan transfer itu, terdiri atas Dana Alokasi Khusus (DAK) pisik dan nonpisik, dan bantuan keuangan dari Provinsi. Pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp 1,545 triliun lebih. Ini mengalami penurunan Rp 502,621 miliar lebih.

Sementara itu, anggaran Belanja direncanakan sebesar Rp 1,981 triliun lebih, atau lebih kecil Rp 498,201 miliar lebih. Penurunan ini, tambah Bupati, disebabkan karena belum mencantumkan belanja yang bersumber dari DAK.

Menurut Bupati, ketidakseimbangan rencana pendapatan Rp 1,893 triliun lebih dengan belanja sebesar Rp 1,981 triliun lebih tersebut, akan berdampak pada terjadinya defisit anggaran sebesar Rp 87,707 miliar lebih. ”Yang rencananya ditutup dari sumber pembiayaan daerah,” tegas Bupati.

Menurut Bupati, secara lengkap materi rancangan KUA dan rancangan PPAS Kabupaten Wonogiri Tahun 2026, telah disampaikan untuk dibahas dalam persidangan DPRD, dan disesuaikan dengan perkembangan peraturan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Bupati Setyo Sukarno, mengajak kepada segenap komponen masyarakat, untuk mewujudkan Wonogiri berdaya saing, maju, sejahtera dan berkelanjutan. Sehingga tercipta kedamaian, keharmonisan dan kesejahteraan.(Bambang Pur)