WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Wakil Bupati Wonosobo Jawa Tengah Amir Husein menyebut tradisi kirab Panji dan Pusaka Projo di setiap peringatan Hari Jadi Wonosobo telah menjadi kekayaan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan.
“Kirap Panji dan Pusaka Projo untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-200 Wonosobo telah diawali pada hari Kamis Legi, 3 Juli 2025 lalu di Alun-Alun setempat. Selanjutnya, Panji dan Pusaka Projo dikirabkan ke seluruh Desa/Kelurahan dan Kecamatan di wilayah Wonosobo,” katanya.
Wabup mengatakan hal itu, saat hadir dalam acara peringatan HUT ke-200 Kabupaten Wonosobo sekaligus Hari Jadi ke-24 Kecamatan Sukoharjo, Selasa (15/7/2025) di halaman Kecamatan setempat. Kirap Panji dan Pusaka Projo sebelumnya telah dilakukan di seluruh desa di wilayah Sukoharjo.
Menurut Husein, peringatan Hari Jadi Wonosobo bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi milik seluruh masyarakat. Warga harus turut memiliki dan mendukung, agar dapat merasakan manfaat dan hasil nyata dari setiap penyelenggaraan rangkaian peringatan Hari Jadi Wonosobo.
“Adanya upacara Kirab Panji dan Pusaka Projo di seluruh Desa dan Kelurahan se-Wonosobo menjadi momentum kebersamaan dalam merawat rasa memiliki dan mendukung dengan semangat yang menyala, melestarikan budaya warisan leluhur sebagai bentuk membangun jati diri dan kesejahteraan daerah,” ucapnya.
Support Masyarakat
Camat Sukoharjo Setiawan Nugroho menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas partisipasi dan dukungan seluruh masyarakat dalam rangkaian Kirab Panji dan Pusaka Projo HUT ke-200 Wonosobo dan peringatan Hari Jadi ke-24 Kecamatan Sukoharjo.













