blank
Sajian peragaan busana sesi 2 Jateng Fashion Trend 2025 di Ballroom Rennaissance Bukit Panorama Jangli Semarang. Foto: Unik

Label Esbe by Stefani Bertha, Taufik Hidayat, dan Jennifer Sans turut memperkaya variasi gaya yang ditampilkan di atas panggung, dari gaya edgy modern hingga klasik elegan, melalui eksplorasi siluet dan teknik tekstil yang solid.

Salah satu penampilan yang meninggalkan kesan mendalam adalah dari Vivid Lazarus Indonesia, dengan koleksi bertajuk “I Dreamed a Dream”. Koleksi ini merupakan bentuk refleksi personal sang desainer atas mimpi masa kecil dan perjalanan kreatif yang diwujudkan dalam busana pengantin bergaya minimalis dengan palet warna menenangkan.

Tak kalah kuat, koleksi “Niskala” dari Nurul Shine menyampaikan pesan keteguhan dan keberanian dalam menghadapi dinamika kehidupan. Menggunakan kombinasi batik tulis berwarna alami dan kain linen, koleksi ini memadukan cutting yang tegas dengan nuansa lembut dan anggun.

Sesi kedua Jateng Fashion Trend 2025 tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga menjadi pernyataan bahwa industri fashion di Jawa Tengah terus berkembang dengan mengedepankan inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan.

Keberhasilan acara ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki sumber daya kreatif yang mampu bersaing secara nasional dan global, tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai lokal yang menjadi identitas daerah.

Unik