blank
Dosen Fakultas Ekonomi USM saat menggelar pelatihan penggunaan Buku Kas bagi Komunitas Usaha Persewaan Sound System. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Semarang (USM), yang tergabung dalam Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), belum lama ini menggelar pelatihan dengan tema ‘Peningkatan Kemampuan Pembukuan Sederhana melalui Penggunaan Buku Kas bagi Komunitas Usaha Persewaan Sound System’.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Jalan Sedayu Indah RT 05 RW 02, Bangetayu Wetan, Semarang Timur itu, Tim PKM terdiri dari Febrina Nafasati Prihantini SE MSi Akt (Ketua), dan beranggotakan Dr Dian Indu Dewi SE MSi Akt, Alfa Vivianita SE MSi, serta Anantya Roestanto SE MM.

Pelatihan ini menyasar komunitas pelaku usaha persewaan sound system, namun masih banyak yang belum menerapkan pencatatan keuangan secara rutin dan terstruktur. Dalam keterangannya Febrina menjelaskan, usaha persewaan sound system memerlukan pengelolaan keuangan yang baik, untuk menunjang keberlanjutan bisnis.

BACA JUGA: George Calvin, Anggota UKM Panahan USM Jadi Finalis Duta Genre Kota Semarang 2025

”Pelaku usaha harus menyadari, pembukuan bukan hanya soal mencatat. Tetapi juga tentang bagaimana mengelola pemasukan dan pengeluaran, agar usaha tetap sehat secara finansial,” terang Frbrina.

Melalui pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai lima materi utama yang disampaikan secara bertahap, dan kontekstual. Materi pertama, pentingnya pencatatan keuangan dalam menjalankan usaha, diikuti pembahasan mengenai tantangan yang sering dihadapi pelaku UKM, dalam mengelola arus kas.

Selanjutnya dijelaskan, manfaat pembukuan sederhana dapat membantu pengusaha dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih akurat. Pelatihan juga membahas teknik pencatatan sederhana, yang dirancang khusus untuk usaha persewaan sound system, serta langkah-langkah praktis, dalam memulai pencatatan kas harian secara konsisten.

BACA JUGA: Mahasiswa Pariwisata USM Gelar FGD Pentingnya Penerapan ‘Public Speaking’

Tujuan utama dari pelatihan ini, untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya pencatatan transaksi keuangan, dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan, sebagian besar peserta belum melakukan pencatatan secara rutin sebelumnya. Namun setelah sesi pelatihan, para pelaku usaha mulai menyadari pentingnya penggunaan buku kas, sebagai dasar pengelolaan keuangan.

”Dengan pencatatan yang baik, pelaku usaha dapat mengetahui posisi keuangan mereka secara akurat, dan membuat keputusan bisnis yang lebih bijak,” tutup Febrina.

Riyan