SRAGEN (SUARABARU.ID)– Pompa air bertenaga surya, kini diuji coba di lahan sawah di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen. Panel surya yang terpasang mampu mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Kemudian energi listrik dialirkan ke pompa submersible atau Sibel untuk menyedot air.
Uji coba pompa air bertenaga surya ini dilakukan di lahan tanah sawah bengkok Kades Pengkok Sugimin Cokro Haryanto.
“Untuk menggerakkan mesin pompa sumur Sibel, menggunakan aliran listrik dari energi surya,” ujar Kades Pengkok Sugimin Cokro Haryanto ditemui di lokasi lahan, Jumat (11/07/2025).
Menurut Cokro beberapa warga desa bahkan sudah mencoba memasang panel surya untuk kebutuhan rumahtangga, seperti untuk kulkas dan pengatur suhu ruangan.
Sebagai uji coba, Cokro memasang delapan lempeng panel surya di tengah lahan sawah. Lahan itu merupakan tanah Bengkok atau tanah garapan hak kades dan perangkat desa. Bermodal pembelian panel surya seharga Rp 35 juta, mampu menghasilkan energi listrik untuk mengairi lima hektare lahan sawah.
Ide itu dilakukan setelah Cokro melihat untuk penggerak sumur Sibel menggunakan aliran listrik PLN, biaya pulsanya lumayan besar.
Sehingga muncul ide melakukan uji coba dengan biaya pribadi membuat sumur dilengkapi pompa air tenaga surya. Cokro dibantu menantunya, Ahmad Bekti yang mampu mengaplikasikan teknologi itu.
Akhirnya usaha Cokro membuat sumur submersible atau sumur Sibel dilengkapi panel surya berhasil. Menurut dia, biaya yang dikeluarkan untuk membuat sumur sibel Rp 30 juta lebih.
Selanjutnya dilakukan pemasangan lempeng panel surya. Juga memasang peralatan pendukung maupun merangkai besi hollow sebagai penyangga lembaran panel surya. Setelah peralatan beres, kemudian diuji coba.
Di luar dugaan, hasilnya memuaskan. Mesin pompa Sibel bisa mampu menyedot air dan dialirkan melalui pipa paralon ke lahan sawah. Jika sinar matahari menyengat, volume air yang keluar cukup banyak. Namun jika sinar mentari tertutup awan, volume air yang mengucur juga berkurang.
“Kelemahannya energi Surya itu kalau malam tidak berfungsi, karena belum dilengkapi accu penyimpan daya listrik,” tuturnya. Sedangkan aki penyimpan daya listrik, harganya mahal dan khawatir hilang jika ditinggal di lahan tanpa penjaga.
Solusinya, jika membutuhkan aliran air pada malam hari, maka sumber energi dialihkan ke listrik PLN. Dikatakan petani akan membutuhkan banyak air untuk Musim Tanam III, bulan Agustus – Oktober. Karena pada bulan Agustus – Oktober musim kemarau dan lahan pertanian membutuhkan air.
“Setelah dihitung, sumur Sibel tenaga surya bisa menghemat 40 persen dari biaya pengairan lahan,” tuturnya.
Anind













