UNDIP menjalin kerja sama dengan Kantor Imigrasi Semarang mendirikan Immigration Point di Muladi Dome. foto: imigrasi I
SEMARANG (SUARABARU.ID) – Universitas Diponegoro (UNDIP) bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang mendirikan “Campus Immigration Point at UNDIP” yang berkantor di Muladi Dome.
Layanan ini memberikan akses lebih mudah baik bagi WNI dan WNA yang melakukan kegiatan akademik di UNDIP maupun masyarakat umum yang ingin mengurus dokumen keimigrasian.
Universitas Diponegoro terus memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperluas akses pelayanan publik yang berbasis integritas dan inovasi terutama untuk mobilitas akademik lintas negara dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini dilaksanakan beberapa Waktu lalu bertempat di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya Lantai 2, Kampus UNDIP Tembalang.
Campus Immigration Point at UNDIP merupakan unit layanan keimigrasian yang akan beroperasi di lingkungan kampus UNDIP. Layanan ini nantinya berlokasi di Gedung Muladi Dome lantai 1 (Plaza Pameran Blok O dan M), yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung untuk penerbitan paspor, izin tinggal keimigrasian, hingga edukasi keimigrasian.
“Kerja sama ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara pendidikan tinggi dengan instansi pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif, cepat, dan berkualitas, terutama untuk mendukung mobilitas akademik global,” kata Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo.
Lebih lanjut Suharnomo mengatakan kalua setiap tahunnya ratusan mahasiswa UNDIP mengikuti program double degree yang memungkinkan mereka menempuh studi satu tahun di luar negeri bersama universitas mitra.
“Kami ingin memastikan mereka mendapatkan pendampingan dalam mengurus dokumen perjalanan secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Tak hanya itu saja, Suharnomo juga mengharapkan agar kerja sama ini sebagai langkah awal menuju cita-cita besar menjadikan pendidikan sebagai sumber daya strategis bangsa.













