KUDUS (SUARABARU.ID) – Menyikapi insiden kecelakaan pendaki di Jalur Naga, Natas Angin, Gunung Muria, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung meninjau Pos Pendakian Rahtawu, Kecamatan Gebog, pada Minggu (29/6/2025).
Peninjauan ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menjamin keamanan dan keselamatan para pendaki, sekaligus memperkuat edukasi tentang pentingnya pendakian yang tertib dan bertanggung jawab.
“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian. Kami juga ingin mengingatkan seluruh pihak, terutama desa dan camat, untuk memastikan setiap pendaki melakukan registrasi dan menyerahkan identitas sebelum naik,” tegas Bupati Sam’ani.
Bupati juga mengingatkan pentingnya mematuhi tata tertib pendakian, membawa perlengkapan yang sesuai, dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Pendaki wajib membawa turun kembali sampah yang tidak bisa terurai. Kami juga mengimbau warung-warung di jalur pendakian untuk ikut mendukung pengelolaan sampah yang baik,” tambahnya.
Dorong Pemandu Lokal dan GPS Tracker
Untuk mengurangi risiko insiden di jalur ekstrem seperti Jalur Naga Natas Angin, Pemkab akan mendorong pengelolaan jalur pendakian oleh desa melalui BUMDes atau Karang Taruna, serta memfasilitasi pelatihan pemandu lokal.
“Pendakian di Jalur Naga membutuhkan pendampingan khusus. Pendaki juga harus mempertimbangkan batas usia dan kondisi fisiknya,” ujarnya.
Pemkab Kudus juga berencana menambah fasilitas keselamatan, termasuk papan peringatan, pos pengawasan, hingga gelang GPS sebagai alat pelacak jika terjadi kasus pendaki tersesat.
Di akhir kunjungannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Gunung Muria, yang juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam unggulan.
“Mari kita rawat alam ini bersama. Jika dikelola dengan baik dan aman, Gunung Muria bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang turut meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Ali Bustomi













