JEPARA (SUARABARU.ID)– PLN UIK Tanjung Jati B menggelar aksi bersih-bersih pantai bertajuk “Zero Waste Warrior 2025” di Pantai Selayar, Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, pada Kamis, 12 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan implementasi Employee Volunteering Program (EVP).
Sebanyak 120 relawan terlibat, terdiri atas pegawai PLN UIK Tanjung Jati B, KPJB, TJBPS, AGP, BAG, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, CDK II Pati, Pemerintah Kecamatan Mlonggo, Koramil & Polsek Mlonggo, Petinggi Desa Jambu, UNISNU Jepara, serta komunitas Wapalhi. Selama aksi berlangsung, seluruh peserta berhasil mengumpulkan 1.147 kg sampah organik dan 25 kg sampah anorganik yang kemudian dipilah untuk diolah lebih lanjut.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Dony Ocniza mengungkapkan bahwa melalui Zero Waste Warrior, PLN ingin menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tubuh PLN dan masyarakat. “Ini bukan sekadar bersih-bersih pantai, melainkan kontribusi nyata menuju SDGs poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.” Tutur Dony.
Selain meningkatkan partisipasi pegawai dalam kegiatan sukarela hijau berskala nasional (Zero Waste Warrior serentak PLN Group), program ini juga bertujuan untuk mendorong perilaku minim sampah di kawasan wisata pesisir Jepara dan memberi edukasi langsung kepada masyarakat tentang pemilahan, pengelolaan, dan pengurangan sampah plastik.

Sinergi Multi-Pihak
Kehadiran unsur pemerintah, TNI-Polri, dan komunitas lingkungan menegaskan model kolaborasi pentahelix (pemerintah– masyarakat – dunia usaha – akademisi – media) sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana dan kebijakan CSR/TJSL BUMN. Kolaborasi lintas pihak dan semangat sukarela dari para relawan menjadi kekuatan utama dalam program ini. PLN UIK Tanjung Jati B percaya, keberlanjutan lingkungan hanya dapat terwujud jika semua pihak bergerak bersama—dari pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha.
Hadepe













