KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Kota Kebumen belakangan ini semakin keren dan manglingi. Alun-alun Pusat kota kian cantik dengan fasilitas olah raga dan kios kuliner di atas miniatur kapal.
Objek wisata pun makin banyak variasinya. Ada wisata alam pegunungan, pantai nan indah hingga waduk dan danau buatan serta wisata alam. Bahkan potensi wisata budaya dan bebatuan sebagai taman bumi (geopark) kini makin moncer dan telah diakui Unesco Global Geopark.
Nah bicara wisata kuliner, Kebumen memiliki lima makanan khas yang bisa memanjakan lidah. Berikut lima kuliner lokal khas yang selalu dirindukan bagi warga setempat, perantau yang mudik maupun pelancong dari luar daerah.
1. Nasi Penggel.
Nasi atau sego penggel merupkan makanan khas yang ada setiap pagi di kawasan Desa Gunungsari, Kecamatan Pejagoan. Belakangan ini semakin banyak nasi penggel tersaji secara lebih modern di sejumlah pusat kota Kebume Seperti di Jalan Pemuda, Jalan HM Sarbini, kawasan Alun-alun hingga Jalan Hasyim Asngari.
Nasi penggel ini khas karena disajikan di atas daun pisang. Nasi ini dibikin bulat kecil-kecil. Lauknya yang bikin ketagihan, karena dari sayur lodeh nangka sedikit pedas dan daun singkong serta ada kikil atau kulit sapi serta koyor daging sapi.
Cara memasak kikil dan koyor khas Penggel di Pejagoan Kebumen itu memang berbeda. Rasanya enak. Tekstur kikilnya empuk dan mudah dikunyah. Sedangkan menu penggel lain biasanya ada tempe goreng dan sayur lodeh disertai tahu tempe.
Tiap hari ada sejumlah penjaja nasi penggel di sebelah barat Jembatan Tembana batas Mertokondo di barat pusat kota dengan Pejagoan. Beberapa meter dari jembatan lawas itu telah berjejer penjual nasi penggel setiap pagi. Pembeli pun antre dan mengular karena begitu buka pagi hari langsung diserbu konsumen.
Terlebih saat hari libur panjang seperti Lebaran atau akhir pekan, pembeli bertambah banyak karena warga perantau banyak yang mudik dan menyempatkan mampir ke deretan penjual nasi penggel tersebut. Harga per porsti nasi Peneggel cukup enteng di kantong. Dewasa ini penjual nasi penggel juga ada di beberapa sudut kota Kebumen.
2. Soto Tamanwinangun
Tamanwinangun merupakan kawasan wilayah Kecamatan Kebumen Kota. Di salah satu sudut gang Kelurahan Tamawinangan menuju akses jalur lingkar selatan, terdapat komunitas penjual soto yang legendaris.
Awalnya soto khas Tamanwinangun ini menggunakan lontong dan lauk ikan enthok. Namun belakangan setelah harga enthok makin mahal, kini penjual menggganti dengan ayam kampung.
Yang paling terkenal soto Tamanwinangun ini adalah Pak Darsum (kini diteruskan anaknya) dan Pak Giyok. Yang membedakan dari soto encer khas Solo aatu Semarang, yakni kuahnya. Soto Tamanwingaun kuahnya lebih buket dan kental, sebab ada campuran santan dan kacang tanah serta kol dan soon.
Soto Tamanwinangun juga dikenal soto rakyat. Sering digerobak tertulis “Soto TWN”. ditambah tulisan “Rodek “. Kependekan dari roda ekonomi. Harga per porsi relatif murah.
Soto ini kerap diundang warga pada acara Tahlil dan Yasinan bagi warga yang punya hajat. Namun belakangan makin tersebar di semua sudut kota Kebumen.
Dari cita rasa, unik karena ada perpaduan kuah santan dan kacang tanah, kemudian kubis dan campuran gethuk singkong serta ada daun kubis (kol) dan soon.
Dijajakan setiap sore hingga malam di jalan-jalan protokol di Kota Kebumen. Harga seporsi Soto Tamanwinangun ini sangat terjangkau. Namun soal cita rasa jangan ditanya. Bikin nikmat dilidah dan maknyus.
3. Nasgor dan Bakmi Mertokondo
Nasi goreng (nasgor) dan bakmi Mertokondo termasuk salah satu kuliner yang wajib anda nikmati kala berada di Kota Kebumen. Kuliner tradisonal ini juga ada hanya ada tiap petang dan malam hari.
Para penjual akan mendorong gerobak nasgor dan bakmi Mertokondo keluar dari kampung Mertokdondo Desa Kutosari mulai Pukul 16.00-16.30. Hampir di semua sudut kota seperti kawasan Alun-alun, Jl HM Sarbini, Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Soekarno Hatta ada gerobak nasgor dan bakmi Mertokondo.
Apa yang khas dari kuliener lokal Kebumen satu ini? Yakni masih dimasak menggunakan arang kayu memakai anglo. Rasanya pun nikmat tak dibantah. Lebih nendang dan khas karena waktu memasak cukup. Berbeda rasanya dari masakan kompor gas yang lebih cepat. Kemudian memakai ayam kampung dan satu butir telur per porsi plus rembah bumbu lengkap.
Biasanya penjual akan langsung bertanya acap pembeli pesan,”Pedes mboten?”. Nasgor dan bakmi Mertokondo ini variasi menunya memang tidak banyak. Ada nasi goreng magelangan (nasgror plus mi), nasi goreng biasa, bakmi godok (rebus) dan bakmi goreng. Namun soal cita rasa jangan diragukan, karena rempak bumbu komplit dan diolah memakai arang.
Bahkan penjual nasgor dan bakmi Mertokondo ini termasuk yang meramaikan malam kota Kebumen. Dari arang kayu dan lampu senthir atau teplok, masakan khas Kebumen itu hadir tiap malam mampu menghangatkan Kota Kebumen . Satu porsi nasgor dan bakmi Mertokondo rata-rata Rp 15.000.
4. Soto Petanahan
Petanahan adalah kecamatan di Kebumen selatan berjarak sekitar 18 km dari pusat kota, juga memiliki kuliner khas. Namun anda tak usah khawatir jika tidak sempat ke Petanahan. Soto khas ini sekarang juga ada di Kota Kebumen.
Penjual paling legendaris Soto Petanahan yakni Pak Kored. Awalnya Pak Kored menjual soto tiap malam di Pasar Petanahan. Namun berhubung semakin laris, akhirnya sejak siang dia juga sudah buka di rumah, kemudian malam hari bergeser jual soto ke dalam pasar.
Ciri khas Soto Petanahan ini kuah dan daging ayamnya. Kuahnya rempan tan[pasantan dikasih kunyit plus kecap menjadi lebih buket. Campurannnya ada kecambah yang dominan dan daging ayam. Kemudian ayam kampung begitu khas.
Biasanya konsumen ada yang menambah dengan daging ayam atau kepala ayam kampung yang telah digoreng cukup lama sehingga lebih lunak dimakan. Pak Kored kini telah tiada, diteruskan istrinya. Anaknya juga buka di tepi jalan selatan pasar Petanahan. Ada juga soto Petanahan Bu Gonger di timur Kecamatan Petanahan.
Kini selain ada di Petanahan, soto khas tersebut juga dijajakan di Kota Kebumen. Tiap malam buka di Jalan Mayjen Sutoyo timur Alun-alun Kebumen yang juga kawasan kuliner. Penjualnya mantan kades Jatimalang, Petanahan.

5. Sate Ambal.
Sate Ambal menjadi salah satu ikon kuliner Kebumen yang paling populer dan disukai konsumen. Bahkan makanan khas Kebumen ini belakangan makin naik gengsi menjadi menu di hajatan resepsi maupun di acara penting pemerintahan.
Sate Ambal awalnya hanya ada di sekitar Kecamatan Ambal di Kebumen selatan. Paling terkenal sate Ambal Pak Kasman. Berada di dekat Pasar Ambal. Kemudiian semakin banyak penjual sate Ambal. Ada pak Tukijan, pak Solikin dan belakangan yang paling sukses pak H Tino.
Bahkan Sate Ambal pak Tino telah memiliki beberapa rumah makan representatif dan bergaya kekinian. Mulai yang di sebelah timur pasar Sate Amal pak Tino 1 pun telah direnovasi hingga tempatnya lebih nyaman dan santai. Kemudian membuka cabang lagi di Jalan Daendels sebelah barat dari Tino 1.
Belakangan Pak H Tino semakin melebarkan sayap membuka rest area di Jalan Diponegoro atau paling dekat dengan pantai di Jaringan Jalan Lintas Selatan dekat Pantai Mliwis. Menu di tempat ini pun lebih variatif. Menu utama Sate Ambal, dan ada sate ayam kampung, serta menu kekinian sepertia ayam goreng, sop, udang, nila dan gurami.
Namun ciri khas Sate Ambal meski menggunakan ayam potong alias ayam pedaging yakni pada ramuan bumbunya. Sebab daging sate ambal dicampur bumbu rempah-rempah Jawa lengkap plus jahe. Membuat daging sate ini rasanya khas dan lebih awet.
Bumbunya juga khas yakni ada sambal tempe. Nasinya pun bukan lontong namun kupat. Saat disajikan rasanya pun kombinasi lezat, gurih dan manis. Soal porsi, bergantung selera. Standar satu porsi sate Ambal 15 tusuk. Namun bisa pesan sesuai kemampuan perut.
Sate Ambal cukup mudah ditemukan. Paling banyak di kawasan Jalan Daendels Ambal pada ruas Kebumen-Yogyakarta. Namun juga ada di tepi jalan dekat Pasar Kutowinangun serta di Kebumen dan Gombong.Tinggal pilih, mau menikmati sensasi di pusatnya sate Ambal atau di tempat lain sembari berwisata di Kebumen.
Komper Wardopo













