blank
Tim PKM Dosen MM USM, saat membekali pelaku UMKM mengenai pembayaran digital melalui QRIS. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Magister Manajemen (MM) Universitas Semarang (USM), membekali pelaku UMKM di Kampung Bahari, Tambak Lorok, Semarang, mengenai pembayaran digital melalui QRIS. Kegiatan ini digelar di rumah Ketua RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Selasa (17/6/2025).

Pada kegiatan ini, tim PKM USM terdiri dari Ketua Dr Rohmini Indah Lestari ST MM, anggota Prof Dr Indarto SE MSi, Dr Yuli Budiarti SE MSi, Prof Dr Pahlawansjah H SE ME.

Acara yang mengambil tema ‘Transformasi Digital di Kampung Bahari: Implementasi QRIS Kepada Poklahsar Mina Karya Kampung Bahari Tambak Lorok Semarang’ itu, diikuti anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar Mina Karya, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.

BACA JUGA: Asosiasi Pengecer Pupuk Luncurkan ‎Koperasi Bantu Petani Jual Hasil Panen Tanpa Tengkulak

Dalam keterangannya, Rohmini mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk membekali pelaku UMKM yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar Mina Karya di Kampung Bahari Tambak Lorok, dengan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai teknologi pembayaran digital, khususnya QRIS.

Selain itu, membujuk pelaku UMKM untuk mengadopsi QRIS, sebagai salah satu metode pembayaran di usaha mereka. ”Tujuan yang lain, mempercepat proses transaksi dan mengurangi penggunaan uang tunai, sehingga meningkatkan efisiensi operasional UMKM,” kata dia.

Ditambahkannya, selama kegiatan itu pihaknya menyampaikan materi tentang pemahaman dasar, manfaat QRIS, cara menggunakan, keamanan transaksi, penggunaan aplikasi, biaya dan ketentuan, frekuensi penggunaan dan persepsi mitra terhadap QRIS.

BACA JUGA: Grobogan Banjir Lagi, 100 Rumah Terendam 110 Kepala Keluarga Mengungsi

”Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan kuesioner, mengenai pemahaman terhadap pelaksanaan ceramah, untuk melihat capaian dari program pengabdian yang telah dilaksanakan,” ungkapnya.

Pihaknya juga membuka diskusi berupa tanya jawab, antara pemateri dengan peserta. Diskusi dilakukan, agar peserta lebih memahami materi yang telah disampaikan, dan memahami permasalahan yang sedang dihadapi mitra.

Riyan