WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Semarak KaTa (Kabupaten/Kota) Kreatif Jawa Tengah tahun 2025 resmi dibuka di Alun-Alun Wonosobo pada Sabtu (14/6/2025), malam tadi.
Acara tersebut tidak hanya menjadi panggung ekspresi seni dan budaya daerah, melainkan juga menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dengan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa Semarak KaTa Kreatif merupakan manifestasi nyata dari semangat kolaboratif dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan acara ini, mulai dari Komite Ekonomi Kreatif, dinas terkait, hingga Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah,” katanya.

Menurut Afif, keterlibatan aktif semua pihak menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun ekraf yang berbasis pada kearifan lokal.
Bupati juga menyampaikan bahwa Wonosobo telah ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif sejak tahun 2021 dan kini tengah menjalani proses evaluasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
Pihaknya mengajak seluruh unsur ABCGM (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media) untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.
Dia menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya kolaborasi antara Pemkab Wonosobo dan Pemprov Jawa Tengah, termasuk dalam menggelar Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) sebagai bagian dari kegiatan Semarak KaTa Kreatif.
“Meski sore hari tadi sempat hujan deras, alhamdulillah malam ini cuaca cerah. Ini menandakan Wonosobo begitu welcome untuk kegiatan-kegiatan besar seperti ini,” tuturnya.
Dikatakan Afif, antusias masyarakat luar biasa, bahkan sebelum acara dimulai, Alun-Alun sudah dipenuhi penonton. Ini bukti bahwa Semarak KaTa Kreatif sangat dinantikan masyarakat.
Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Sekda Jateng Sumarno menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov untuk mendorong tumbuhnya sistem ekonomi kreatif yang terukur dan berbasis potensi lokal di seluruh Kabupaten/Kota.
Ini adalah tahun ketiga penyelenggaraan Semarak KaTa Kreatif. Acara ini menjadi ajang bagi pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten/Kota kreatif yang sudah ditetapkan oleh Kemenparekraf RI,” papar dia.
Melalui ajang, lanjut Sumarno, tiada lain adalah untuk menunjukkan produk-produk unggulan mereka, memperkuat jejaring, serta meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Dia menekankan bahwa kegiatan ini juga mendukung program strategis Gubernur Jawa Tengah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan sektor lain seperti UMKM dan pariwisata.
Sumarno juga menyebut pentingnya dukungan sertifikasi dan regulasi yang tepat untuk mendorong pelaku ekraf berkembang lebih luas.
Ekonomi kreatif memiliki potensi luar biasa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis konsumsi dan wisata,” tegasnya.
Maka dari itu, pihaknya mengajak seluruh pihak untuk turut berkontribusi dalam mengembangkan ekosistem ini. Jawa Tengah punya peluang besar menjadi Provinsi Kreatif pertama di Indonesia.
Kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam Semarak KaTa Kreatif 2025 ini diharapkan dapat terus berlanjut, serta menjadi katalisator dalam implementasi kebijakan ekonomi kreatif.
Termasuk pelaksanaan Uji Petik PMK3I yang menjadi salah satu instrumen penting dalam menetapkan status Kabupaten/Kota Kreatif di Indonesia.
Isu Strategis
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Surya Deta Syafrie, mengungkapkan bahwa Semarak Kata Kreatif 2025 merupakan langkah awal untuk mewujudkan Jawa Tengah sebagai Provinsi kreatif pertama di Indonesia.
Kami harap acara ini dapat memberikan manfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif di Jawa Tengah dan dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif di provinsi ini,” tandasnya.
Disebutkan Surya, globalisasi menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu isu strategis yang perlu mendapatkan perhatian. Di era digital ini, pengembangan dan promosi ekonomi kreatif harus terus dilakukan pemerintah dan pelaku UMKM berbasis ekonomi kreatif.
Kegiatan ini berlangsung pada 14–15 Juni 2025 ini juga menghadirkan pelaku ekonomi kreatif dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah mengusung tema “Kreatifitas Tanpa Batas untuk Jateng Berkelas”,” sebutnya.
Semarak KaTa Kreatif Jateng, tambah dia, juga turut dimeriahkan oleh Expo Produk Ekonomi Kreatif, pertunjukan seni tradisional, pentas musik dan workshop perfilman di Ruang Mangoenkusumo Gedung Setda setempat.
Para pelaku ekonomi kreatif dari Wonosobo maupun tamu daerah lain akan menampilkan produk terbaik dari sub sektor fashion, kuliner, seni kriya, desain grafis, seni pertunjukan dan masih banyak lagi.
Muharno Zarka













