blank
Ilustrasi. Reka: SB.ID

blank

KATA ora itu  artinya tidak, sebuah ungkapan penolakan, negasi, bahkan bisa juga berupa penyangkalan, denial; kosok balen, berlawanan.  Namun, ora juga dapat bermakna sebuah keharusan, dapat juga bernada saran atau pun kritik. Berbagai arti itu sangat bergantung kepada kata yang menyertai ora.

Alangkah malangnya hidup ini manakala diri kita ini termasuk wong kang ora direken oleh teman, tetangga, atau bahkan mungkin oleh orang satu rumah. Ancurrrrr Lekkkk!! Ubur-ubur ikan lele: Ancur lebur Lekkkk.   

Bacalah reken (direken) sebagaimana Anda mengucapkan: Barang second surat-suratnya sudah diteken dan lalu dihandle oleh pimpinan. Dan perlu dicatat, reken itu kata aslinya adalah bahasa Belanda: Ik reken op U, meneer; Saya percaya kepadamu, Bos. Rekenen memiki tiga makna, satu berhitung, dua menganggap; dan tiga seperti kalimat pendek tadi, rekenen berate percaya.

Baca juga Ora Genah

Kita sering mendengar atau mengucapkan  kata rekening, dan semua orang pasti tahu maksudnya, yakni kwitansi, juga berarti rekening, hitung-hitungan yang harus dibayar. Jadi, kata reken itu diadopsi ke bahasa Jawa yang lalu artinya hitung-hitungan;  direken, maksudnya dieting. Malahan sering direken ini berarti jumlah totalnya. Contoh pembicaraan sehari-hari: “Kalau uang yang dikorupsi oleh para pejabat itu direken kabeh,  wahhhhhh ….. seluruh ruangan stadion utama Senayan tidak akan mampu memuatnya.”

Reken

Kalau direken berarti dietung, diwilang, dipetung, maksudnya diperhitungkan, termasuk ke dalam  golongan masyarakat; kata reken sendiri bermakna (i) direka, diakali; yaitu direka-reka atau bahkan diakalin; dan (ii) ditata, diatur. Intinya reken dan direken bermakna sangat bagus karena segala sesuatunya berarti diatur sedemikian rupa, atau diperhitungkan baik-baik.

Nah………. apa jadinya jika seseorang tergolong sebagai orang/pihak ora direken? Ancuuurrrr; ubur-ubur ikan lele, Lekkkkkkk. Lebih lagi, apa jadinya jika sing kalebu ora direken bukan hanya seseorang, melainkan misalnya kelompok masyarakat, atau bahkan yang lebih luas lagi, para pekerja informal misalnya.