Oleh : Dewi Saptariani
Menciptakan kebiasaan makan sehat sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan anak. Menyadari pentingnya hal ini, EsdeNaja atau SDN 6 Jambu, yang terletak di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, meluncurkan sebuah program unik yaitu Sarijo yang merupakan akronim dari Sabtu Sayuran Hijau.
Pembiasaan Makan Makanan dengan Sayuran Hijau yang dilaksanakan pada hari Sabtu di minggu terakhir setiap bulan. Program ini bukan sekadar inisiatif sekolah, melainkan sebuah kolaborasi erat yang melibatkan peran aktif wali murid.
Mengapa Sayuran Hijau? Sayuran hijau kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang esensial untuk tumbuh kembang anak. Konsumsi sayuran hijau secara teratur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan mata, dan mendukung perkembangan kognitif anak.

Namun, tidak jarang anak-anak kurang menyukai sayuran. Inilah yang menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi SDN 6 Jambu untuk mengimplementasikan program ini. Disamping itu juga komitmen sekolah untuk turut menyukseskan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).
Pondasi utama program ini adalah kolaborasi antar asset, yakni sinergi antara pihak sekolah dan wali murid. Menurut penulis pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di rumah. Oleh karena itu, keterlibatan wali murid sangat krusial dalam membentuk kebiasaan makan sehat anak.
Peran yang dilakukan sekolah antara lain : 1) Sosialisasi dan Edukasi, pihak sekolah secara rutin memberikan edukasi kepada siswa tentang manfaat sayuran hijau melalui materi pelajaran, poster edukatif, dan diskusi interaktif ; 2) Proyek Kebun Sekolah, ada rencana untuk mengembangkan kebun sekolah kecil yang ditanami sayuran hijau seperti kelor, bayam, dan gambas yang akan dijalankan bersama oleh guru, murid , dan wali murid. Ini akan memungkinkan siswa belajar menanam, merawat, memanen dan mengolah sayuran mereka sendiri, sehingga meningkatkan minat mereka untuk mengonsumsinya; 3) Penyuluhan Gizi, secara berkala sekolah akan mengadakan penyuluhan gizi bagi murid dan wali murid dengan mengundang tenaga kesehatan.

Peran wali murid juga tak kalah utama, antara lain : 1) Mendukung di rumah, pihak sekolah memotivasi wali murid untuk melanjutkan kebiasaan makan sayuran hijau di rumah. Mereka diberikan tips praktis tentang cara mengolah sayuran agar lebih disukai anak-anak, seperti menyajikannya dalam bentuk jus, atau camilan sehat; 2) Komunikasi aktif, dibentuk grup komunikasi antara guru dan wali murid untuk berbagi informasi, resep, dan tantangan yang dihadapi; 3) Partisipasi kegiatan sekolah, wali murid akan diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah yang berkaitan dengan program ini, seperti ikut serta dalam penanaman di kebun sekolah dengan mendonasikan bibit sayuran, serta turut merawat kebun sesuai jadwal yang disepakati.
Meskipun program ini baru berjalan, dampak positifnya sudah mulai terasa. Para guru melaporkan bahwa sebagian besar siswa kini lebih antusias saat disajikan makanan dengan sayuran hijau. Beberapa wali murid juga berbagi pengalaman bahwa anak-anak mereka di rumah mulai makan sayuran.
Program Pembiasaan Makan Makanan dengan Sayuran Hijau di SDN 6 Jambu menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi efektif antara sekolah dan keluarga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak yang sehat dan cerdas. Dengan komitmen bersama, diharapkan generasi penerus SDN 6 Jambu akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki fondasi kesehatan yang kuat.
Penulis adalah Kepala SDN 6 Jambu, Kecamatan Mlonggo













