blank
Personel Fireman dari Markas Induk Damkar Pemkab Wonogiri, melakukan pemadaman secara tuntas pada musibah kebakaran ruang dapur di RM Ayam Bakar 'Bu Ari.'(Dok. Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Musibah kebakaran, Senin (9/6/25), terjadi lagi di Kota Wonogiri. Ruang dapur Rumah Makan (RM) Ayam Bakar ‘Bu Ari,’ milik Ny Asih Triyatni (54), warga Kampung Donoharjo RT 04/RW 01, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri.

Ini merupakan musibah kebakaran kedukalinya dalam tempo 3 hari di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri. Setelah sebelumnya pada Hari Sabtu (7/6/25), kebakaran terjadi di ruang dapur milik Ny Supriyanti di Kampung Gerdu, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri, yang disebabkan adanya konsleting listrik.

Tidak ada korban jiwa. Demikian halnya pada musibah kebakaran di RM Ayam Bakar ‘Bu Air. Pemicu kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas. Tapi, diduga dari gas Elpiji yang bocor pada bagian selang ke arah kompor. Api menyala dan cepat berkobar, ketika juru masak memulai tugas menyalakan api kompor.

Kejadian ini membuat panik para juru masak RM Ayam Bakar ‘Bu Ari’. Juga para tetangga yang bermukim di sekitarnya. Karena tak kuasa memadamkannya, langsung mengontak Markas Induk Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, menerima kontak bantuan pemadaman pada Pukul 08.25. Tim Fireman Damkar Markas Induk langsung meluncur ke lokasi, dipimpin Katman selaku Komanda Regu (Danru)-1, dengan membawa serta dua unit mobil brandweer.

Kronologi kebakaran diawali saat para juru masak memulai aktifitasnya di ruang dapur. Mereka menjadi kaget dan panik, ketika tiba- tiba ada nyala kobaran api yang menyambar regulator tabung gas. Kobaran api yang tidak terkendali, membakar perabotan masak di ruang dapur.

LPG

Untuk mengantisipasinya, juru masak awalnya telah mengupayakan pemadaman memakai kain basah yang ditutupkan pada titik nyala api. Namun, usaha ini tidak kuasa memadamkan kobaran api. Karena itu, segera menghubungi Damkar untuk memohon bantuan pemadaman.

Personel Damkar yang datang ke ruang dapur, segera menyemprotkan busa dari tabung APAR (Alat Pemadam Api Ringan). ”Alhamdullilah kobaran api segera padam,” jelas Koordinator Lapangan Damkar Wonogiri, Siryanto Kembo. Proses pemadaman berlangsung sampai Pukul 08.40, tanpa menggunakan semprotan air dari mobil brandweer.

Untuk diketahui, apa yang populer disebut gas Elpiji, itu sebenarnya adalah Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau gas minyak cair yang terbuat dari campuran propana (C3H8) dan buatana (C4H10). Kedua gas ini, didapatkan dari proses penyulingan minyak bumi atau dari pemisahan gas alam.

Untuk konsumsi rumah tangga masyarakat, bahan bakar LPG kemudian dikemas ke dalam tabung gas 3 Kiloan bagi warga miskin, dan tabung 12 kiloan bagi warga non miskin. Gas alam ini, memiliki kepekaan terhadap api, dan bila sembrono atau tidak hati-hati sangat rawan terhadap kebakaran.(Bambang Pur)