WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Ujian kita hari ini, adalah menyelamatkan anak-anak dari sembelihan kemajuan yang palsu. Yakni dari kemajuan zaman yang menawarkan kesenangan tanpa arah, pengetahuan tak berhikmah, kebebasan tanpa marwah.
Demikian ditegaskan Adi Nugroho SH, Jumat (6/6/25), tatkala menjadi khotib pada Sholat Idul Adha 1446 H (2025 M). Mimbar Khotib berada di teras Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Wonogiri. Sementara jamaah meluber dari halaman MPP ke ruas Jenderal Sudirman yang merupakan jalan protokol Kota Wonogiri, sampai ke halaman Makodim 0728. Tampil menjadi imam, Muhammad Yusfikar Makmuri SPd. Ikut hadir, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Wonogiri, Drs H Kusman Thoha MPd.
Khotbahnya Khotib Adi Nugroho, dikemas dalam judul; ”Qurban, Merajut Persaudaraan Meraih Ridha Ilahi.” Disampaikan dalam deskripsi dengan narasi puitis, layaknya hadir menjadi karya sastra Islami yang indah, penuh makna dan mudah dicerna.
Sekarang ini, kata Adi, banyak rumah berdiri megah tapi kosong makna. ”Kita hidup dalam ruang yang penuh suara, namun miskin pendengar. Ayah sibuk mengejar jabatan, Ibu disibukkan oleh karier, anak-anak tenggelam dalam layar yang tak pernah tidur,” tandasnya.
Menurut Adi, di zaman yang dipenuhi gemerlap semu dan kepalsuan, serta dibungkus rapi sebagai kebenaran, di tengah derasnya arus ketidakpastian yang mengaburkan, kita tak hanya butuh generasi emas. ”Yang kita butuhkan adalah generasi rabbani. Yang berpikir dengan bimbingan wahyu, bukan sekadar logika duniawi. Generasi yang menjadi oase atas kegersangan ruhani, di zaman yang telah kehilangan hakiki,” tegas Adi.
Dari sosok Nabi Ibrahim Alaihissalam, tandas Adi, kita belajar bahwa setidaknya ada tiga cara untuk membangun generasi rabbani, untuk membentuk anak-anak keturunan layaknya Ismail. Pertama, memberikan pendidikan tahuid sejak dini, mengajari anak bukan tentang dunia semata, tapi tentang Allah pencipta langit dan bumi Yang Maha Kuasa.
Di 63 Lokasi
Kedua, mengembangkan kemampuan berpikir, sebagaimana keteledanan pada Nabi Ibrahim. Sebagai ayah, mengajak putranya berdialog, membuka ruang bagi akal dan nurani untuk turut berbicara. Ini menjadi pelajaran agung, bahwa membangun bukan sekadar menyuruh, tapi membimbing agar memahami arah dan maknanya.
Ketiga, pembiasaan sholat dan ibadah. Kata Adi, sebelum tangan kecil anak-anak lihai mengangkat gawai, kita ajarkan terlebih dahulu cara mengangkat takbir dalam sholat dengan khusyuk dan damai. Sebelum lisannya fasih menyebut nama-nama selebriti dunia, ajarkan terlebih dahulu hafal Asma’ul Husna nama-nama Allah yang agung dan mulia.
Sebagaimana diberitakan kemarin, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri, Harno SPdI, MPdI, menyatakan, di Kota Wonogiri, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Wonogiri menggelar Sholat Idul Adha 1446 H (2025 M) di 5 tempat. Salah satunya yang digelar di depan Kodim 0728 Wonogiri.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonogiri, Dr M Julianto SAg, MAg, menyatakan, Jumat (6/6/25), Muhammadiyah Wonogiri menggelar serentak Sholat Idul Adha di 63 lokasi. Daftar yang masuk, awalnya sejumlah 47 tempat, tapi perkembangan susulan, jumlahnya mencapai 63 lokasi.
Ada tambahan sebanyak 16 tempat. Diantaranya Sholat Idul Adha di Lapangan Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, yang menampilkan Imam dan Khotib Ustadz Asprilia Bardi dan Ustadz Pardiyanto. Jumlah penyelenggara Sholat Idul Adha, masih dimungkinkan bertambah, terkait bila masih ada laporan susulan lagi.(Bambang Pur)













