SEMARANG (SUARABARU.ID) – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) melalui tim kerja UKBI mengadakan sosialisasi UKBI Adaptif bagi pemangku kepentingan bidang pendidikan di Kota Semarang, yang dilaksanakan di Aula SMPN 5 Semarang, belum lama ini.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Miftahudin, dan Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Andy Rahmadi Santoso.
Sosialisasi kegiatan UKBI diikuti 40 peserta. Mereka adalah kepala SMP negeri dan swasta di Kota Semarang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, para pemangku kepentingan wajib memperdalam kemampuannya dalam berbahasa Indonesia. Dengan pelaksanaan UKBI Adaptif, diharapkan kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan pendidik dan siswa di Kota Semarang dapat meningkat.
“Hal itu sejalan dengan upaya nasional dalam penguatan bahasa Indonesia sebagai identitas dan alat pemersatu bangsa,” ujar Bambang.
Untuk mendukung UKBI Adaptif, lanjut Bambang, wujud dan aksi nyata yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Semarang adalah menetapkan kebijakan yang dituangkan dalam beberapa tahap, yaitu melakukan integrasi UKBI Adaptif dalam program literasi sekolah, dan menjalin kerja sama strategis dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
“Kami menetapkan program perintis (pilot program) UKBI, menyediakan dukungan infrastruktur dan teknis pelaksanaan UKBI, serta mengupayakan penyusunan kebijakan teknis dan surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Semarang,” jelasnya.
Sementara Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Andy Rahmadi Santoso mengajak sekolah-sekolah di Kota Semarang untuk menggiatkan UKBI Adaptif melalui kegiatan UKBI Adaptif.
“Sejak ditetapkan UKBI Adaptif bagi siswa tidak berbayar, kita dapat memanfaatkan UKBI Adaptif ini sebagai sarana berliterasi di setiap sekolah. Sebelum siswa diajak berliterasi dengan UKBI, kami memberikan fasilitas tes UKBI bagi kepala sekolah yang mengikuti kegiatan ini,” ungkap Andy.
Pada hari pertama, tim KKLP UKBI Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menjelaskan ihwal UKBI Adaptif, teknis pelaksanaan UKBI Adaptif, serta apresiasi kegiatan UKBI Adaptif. Selanjutnya, peserta dipandu untuk mendaftar tes UKBI. Setelah selesai mendaftar, peserta difasilitasi simulasi UKBI Adaptif.
Pada hari kedua, dilakukan diskusi tentang permasalahan tes UKBI dan koordinasi pelaksanaan kegiatan UKBI Adaptif di Kota Semarang.
Usai dilaksanakan UKBI Adaptif tersebut, setiap satuan pendidikan SMP, baik negeri maupun swasta, akan menindaklanjuti dengan melaksanakan kegiatan UKBI Adaptif di sekolah masing-masing dan mengikuti apresiasi UKBI Adaptif tahun 2025.
Ning S













