SEMARANG (SUARABARU.ID)– Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati ST meyakini, Program Zero Waste sebagai program yang tepat. Untuk itu, dia tergerak dan bertekad untuk melibatkan diri mewujudkan program itu ke masyarakat.
Seperti diketahui, Program Zero Waste saat ini sedang digelorakan Wali Kota Semarang, Dr Agustina Wilujeng SS MM, dalam upayanya mewujudkan Semarang bersih.
Dalam keterangannya kepada awak media, Rabu (4/6/2025), Dini menjelaskan langkah awal yang ditempuhnya itu, dengan mengedukasi warga RW 21 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang, untuk dijadikan basis percontohan.
BACA JUGA: Serahkan 3.947 SK CPNS dan PPPK 2024, Ahmad Luthfi Minta Junjung Tinggi Integritas
Di RW yang memiliki 13 RT ini, belasan tahun warga menghadapi problem sampah, berupa pencemaran udara yang dipicu keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Dugaan sementara, sampah membusuk akibat pengambilan yang sering terlambat.
Dini memproyeksikan, bila nantinya warga RW 21 Kelurahan Sendangmulyo berhasil diedukasi, dengan menjadikan sampah sebagai lumbung ekonomi warga, maka keberhasilan itu akan ditularkan ke 32 RW lainnya, yang juga mengalami problem serupa.
Dan pada Selasa (3/6/2025), mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah ini, mengajak 20 warga RW 21 Kelurahan Sendangmulyo, berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Rombongan diajak untuk melihat praktik mengolah sampah organik menjadi maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF).
BACA JUGA: Dosen USM Beri Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah di SMA Institut Indonesia
Maggot ternyata dapat digunakan sebagai sumber protein untuk pakan ternak, dengan kandungan gizi tinggi. Dengan mengubah sampai organik menjadi maggot, pada akhirnya proses ini akan mengurangi volume sampah organik secara signifikan.
Prosesnya dari pengumpulan sampah organik, pemberian sampah organik sebagai pakan maggot, hingga panen maggot dan digunakan untuk pakan ternak atau bahan lainnya.
Usai dari DLH, warga RW 21 diajak ke lembaga Bank Sampah Sumber Rezeki, yang ada di RW 5 Kelurahan Gisikdrono. Di tempat itu, warga setempat berhasil mengembangkan bank sampah, lewat pilah sampah, juga mengolah sampah menjadi pupuk untuk tanaman.
BACA JUGA: Jelang Puncak Haji, Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes Imbau Jemaah Kurangi Aktivitas Siang Hari
”Metode ini secara nyata dapat mengurangi sampah, dan menghasilkan produk bernilai ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. Maka program ini tepat untuk dikembangkan,” ujar Dini lagi.
Ditambahkan dia, mengubah sampah menjadi pakan ternak melalui budidaya maggot, sangat signifikan. Salah satu muaranya, akan mengurangi volume sampah di TPS. Warga juga mendapatkan nilai ekonomis dari panen maggot. Selain itu, akan terjadi efisiensi anggaran dalam pengangkutan sampah dari TPS ke TPA, karena berkurangnya volume sampah organik.
Ketua RW 21, Kombes Pol Agus Yulianto Psi pun, memberikan apresiasinya dan menyatakan sangat berterimakasih atas edukasi dan bimbingan tulus dari Dini Inayati.
”Saya bertekad langsung mempraktikkan ilmu dari DLH, dan dari RW 5 Kelurahan Gisikdrono. Semoga problem sampah dapat diatasi lewat pola ini,” harapnya.
Riyan













