SEMARANG (SUARABARU.ID)– Bertempat di Gedung Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, pada Kamis-Sabtu (29-31/5/2025) lalu, sebanyak 55 orang mengikuti penataran dan refreshing wasit-juri dan pelatih muaythai.
Sekum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Tengah, Bayu Eka Erdian, yang bertindak sebagai panitia pelaksana menyebutkan, tujuan digelarnya acara ini, salah satunya dalam rangka pelaksanaan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov), yang dijadwalkan pada September mendatang.
”Para wasit dan juri harus disegarkan kembali tentang aturan pertandingan, sehingga dalam pelaksanaan BK Prorprov berjalan dengan baik,” kata dia, dalam sambutan pembukaannya.
BACA JUGA: 100 Hari Kerja Luthfi-Yasin, 38 Program Terlaksana dan 73 Teranggarkan pada 2025
Dari 55 peserta itu, 30 orang merupakan para wasit-juri, dan 25 orang pelatih dari utusan Pengkab/Pengkot MI se-Jateng. Mereka merupakan wasit dan pelatih yang berkualitas yang ada di provinsi ini.
Hadir dalam acara ini, Ketua Umum KONI Jateng yang diwakili Kabid Diktar Drs Handoyo MSi, Ketua Yayasan Wahid Hasyim yang diwakiki Bendahara Dr Nur Hadi Msi Akt CA CRS CRP, Dekan FKIP Dr Muhlisin MPd, Ketua Pengprov MI Jateng Hartono, Ketua Harian Pengprov MI Jateng Kol (Purn) Catur Puji Santoso SE MM.
Pada kesempatan itu, Bayu juga menjelaskan, untuk persiapan BK Porprov, kemampuan para wasit-juri harus disegarkan kembali. Dengan demikian, acara ini memiliki manfaat lebih luas. Wasit-juri harus selalu fresh dalam kemampuan dan pengetahuan, sehingga terhindar dari kericuhan.
BACA JUGA: Dosen Fisika Medik Undip Gelar Kegiatan di RS Hermina Pandanaran
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatangan MoU antara Pengprov MI Jateng dengan FKIP PJKR Unwahas. Dilakukannya kesepakatan itu, dalam rangka memberikan beasiswa pada atlet muaythai yang berprestasi.
Bayu yang pada Porprov 2026 menjadi Technical Delegate juga menyebutkan, cabang olahraga muaythai akan mempertandingkan 18 nomor fight (tarung), dan empat nomor waikru (seni) putra-putri.
Di cabor muathay pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara pada 2024 lalu, Jateng memperoleh 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Hal ini berarti mengalami penurunan, bila dibandingkan pada PON Papua 2021, yang meraih dua emas.
”Jateng harus bekerja keras lagi, agar bisa memperbaiki prestasi pada PON 2028 di NTB-NTT. Babak Kualifikasi dan Porprov menjadi sasaran antara, bagi para atlet untuk mengasah kemampuan,” jelasnya.
Riyan













