blank
Dari kiri ke kanan , tuan rumah Mufid Rahmad berbincang dengan mantan Pemred Soetjipto SH, menyalami senior, dan ikon Wawasan Ign Item D yang sudah tidak "item" lagi. Foto: Dok panitia

BOYOLALI (SUARABARU.ID) – Ketika orang sudah mulai tua dan makin menua, tidak ada lagi yang sepenuhnya bisa dibangga-bangakan. Karena yang pejabat tak lagi menjabat, yang dulu pemimpin sekarang di rumah bahkan segala sesuatu barangkali harus dilakukan sendiri. Anak-anak sudah dewasa dan hidup sendiri.

Lalu apa yang bisa dibanggakan para orang tua? Ya, setidaknya, tidak harus dibanggakan tetapi asyik buat diceritakan. Maka, melakukan pertemuan dan mengenang masa lalu, masa muda, masa jaya adalah sesuatu yang mengasyikkan, mengharukan, penuh tawa ria bahkan terselip tangis haru bahagia.

Setidaknya, itulah yang terjadi saat sekitar 50-an eks karyawan koran sore Wawasan berkumpul setelah belasan atau bahkan ada yang 30 tahunan tak ketemu. Adalah Mufid Rahmat, tokoh di Boyolali yang punya ide mengumpulkan teman-teman lamanya ini  bersama Hasto Ariono dan Sunarto.

Mufid adalah koresponden Wawasan untuk wilayah Boyolali, Hasto mantan sekretaris redaksi, dan Sunarto redaktur yang sampai saat ini masih bergelut di dunia kewartawanan. Atas kerja keras tiga orang ini, kemudian disepakatilah untuk mengundang kawan-kawan lamanya, di rumah Mufid Rahmad Jalan Pisang, Siswodipuran, Boyolali, Minggu 18 Mei 2025.

Di joglo rumah Mufid yang megah itu, mereka yang dulu pernah bekerja di korang yang terbit perdana 17 Maret 1986 ini, dari pekerja kantin, kebersihan, lay out, tata usaha, dan tentunya di jajaran redaksi yang jumlah tak kurang dari 50 orang ditambah ada yang diantar istri atau suami yang hadir tak kurang dari 70 orang dari berbagai daerah di Jateng dan DIY.

blank
Sebagian dari mereka yang datang menyempatkan diri berfoto bersama. Foto: Dok Panitia

“Saya menyiapkan 70 kursi ternyata semua penuh, masih ada yang duduk di emper segala. Artinya yang hadir lebih dari 70 orang. Saya terharu, betapa paseduluran ini masih begitu eratnya,” ujar Mufid yang mantan anggota DPR RI ini.

Sunarto yang dibebani tugas sebagai ketua panitia juga mengaku bersyukur, karena upayanya untuk mengumpulkan teman-teman ternyata disambut baik. Hadir dalam kesempatan itu Soetjipto SH, pemimpin redaksi pada awal terbit sampai 2003, kemudian hadir menyusul Sriyanto Saputro yang kini anggota DPR RI, pemimpin redaksi periode 2003-2012.

Kemudian para perintis yang sudah lama tak terdengar kabarnya juga hadir seperti Soekedy mantan koresponden Jakarta, kemudian mantan redaktur Adi Rustanto, Imam Subagyo, dan Rina Ginting, Eko Ariyanto, Ign Item D.