blank
Foto bersama setelah sekitar 30 tahun tak saling ketemu. Foto: Dok Panitia

Tuduhan yang sering dilontarkan oleh Kapendam waktu itu adalah PKI. “Gara-gara ilustrasi cerita pendek dan cerita anak yang melukiskan arit (sabit), kita ditelepon oleh Kapendam. Ilustrasi itu dikaitkan dengan palu-arit lambang partai komunis,” kenang Soetjipto.

Gunoto Sapari, mantan redaktur utama, menceritakan pengalaman-pengalaman lucunya Ketika menulis di kolom “Sebentar Saja” yang berisi anekdot. Mengisahkan seorang tokoh di Semarang yang nama belakangnya ada singkatan HW.

“Saya menulis HW itu singkatan ‘haus wanita’, mengutip kata-kata Prof Nurdin HK. Ternyata keluarga Pak HW protes, Ketika mereka datang datang ke kantor, saya diingatkan oleh Adi Rustanto untuk sembunyi,” kenang Gunoto sambil terbahak.

R Widiyartono, mantan Redaktur Pelaksana dan Wapemred menuturkan, dia bersama Eddy Tuhu Prasetyo adalah orang yang turut menyiapkan kapal bernama Wawasan, kemudian berlayar, dan sampai tenggelam masih berada dalam kapal itu.

Widiyartono dan  Eddy Tuhu adalah reporter awal, kode Eddy L-8 dan Widi L-9, sedangkan sebelumnya adalah rekan-rekan dengan kode W yang pada awal terbit bertugas sebagai redaktur. Keduanya sudah bekerja di Wawasan sejak Januari 1986.

Saya dan Mas Eddy mulai bekerja bulan Januari 1986, dan Wawasan terbit 17 Maret 1986. Saya dan Mas Eddy melakukan lay out untuk terbit edisi terakhir Wawasan pada 21 Juni 2018 bersama Mas Sunarto dan beberapa teman lain. Jadi saya dan Mas Eddy turut membangun kapal, turut berlayar, sampai kapal itu tenggelam,” ujar Widiyartono.

Wawasan mengalami kesulitan, seperti halnya media cetak yang lain, karena biaya operasional yang besar, terutama untuk kertas dan cetak, hingga akhirnya harus berhenti terbit sama sekali.

Acara reunian yang dipandu personel Congrock 17, Marco Marnadi, yang juga mantan redaktur hiburan ini berlangsung dari pukul 10.30 sampai pukul 14.00. Diakhiri dengan pembagian door prize yang disediakan oleh PT Jaya Arnikon, milik Muhammad Ari Wibowo, putra mantan Pemred Soetjipto SH.

wied