
Kemudian meskipun beliau berhasil memenangi Pemilihan Umum di Brazil, sebelum pelantikan presiden berlangsung dia meninggal dunia karena sakit mendadak, beberapa sumber menyampaikan bahwa dia mengalami serangan jantung.
Kemudian artis yang lainnya adalah “Marilyn Monroe yang meruapakan salah satu artis cantik Hollywood yang sangat terkenal pada tahun 1950-an. Selain kecantikannya yang tiada tara, Marilyn Monroe juga terkenal sebagai artis yang kaya raya. Dalam pernyataannya Marlyn Monroe mengungkapkan bahwa “Dia tidak butuh Tuhan”.
Seminggu kemudian Marilyn Monroe ditemukan tewas di dalam apartemennya. Setelah ditelisik lebih lanjut ternyata Marlyn Monroe mengalami overdosis obat.
Raja Firaun yang pada masa dahulu merupakan raja yang kaya raya yang memiliki kekuasaan yang tak terbatas sehingga menganggap dirinya Tuhan. Dia merasa sombong dengan kejam akan membunuh rakyatnya yang tidak mengakui ia sebagai Tuhan.
Dan pada akhirnya ia ditenggelamkan di tengah air laut ketika mengejar Nabi Musa AS. Untuk menjadikan kisah tersebut sebagai pembelajaran, Allah SWT membuat mayat Firaun masih utuh hingga sekarang.
Kemudian kisah selanjutnya yang terbaru pada tahun 2025 adalah salah satu Selebgram Indonesia ketika menjalani ibadah umrah di dalam hotel di depan Kabah, Mekah membuat video lelucon yang menyatakan bahwa kamar hotel dia menginap tidak ada Kiblatnya.
Dan dia menganggap hal tersebut membuat bingung orang ketika mau shalat apalagi kalau lagi sakit. Padahal jendela kamar hotel tersebut menghadap langsung ke Kabah, Mekah. Kemudian keesokan harinya selebgram tersebut harus diinfus serta mengalami sakit keras.
Kisah tersebut menjadi perenungan buat kita semua. Apa yang membuat kalian sombong? Kalian sombong ketika menjadi presiden, kalian sombong ketika menjadi gubernur, kalian sombong ketika menjadi bupati/wali kota, kalian sombong ketika menjadi camat, kalian sombong ketika menjadi lurah?
Kalian sombong ketika kalian mendapatkan gelar profesor? Kalian sombong karena menjadi rektor? Kalian sombong ketika kalian menjadi jutawan? Kalian sombong karena menjadi artis terkenal, memiliki mobil mewah, menjadi pejabat?
Bahkan tidak sedikit orang yang lupa bahwa semua itu akan hilang dan semua akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT. Karena yang mempunyai jabatan pasti akan pensiun, dan ketika pensiun maka kalian tidak akan mempunyai power apa–apa.
Sehingga hanya amal baik, sikap menolong kepada sesama hingga akhlaq yang baik ketika dirinya sudah pensiun akan dirindukan oleh bawahannya, akan didoakan banyak orang, akan dikenang oleh rakyatnya dan yang pastinya akan dihormati karena jasa–jasanya.
Dari rangkaian kejadian tersebut harusnya bisa menjadi pembelajaran buat kita semua, bahwa sombong merupakan sifat yang sangat berbahaya yang bisa menghancurkan orang yang memilikinya. Ibaratnya orang sombong merupakan orang yang menggali lubang kuburnya sendiri, dan kehancurannya hanya tinggal menunggu waktu itu tiba.
Satu hal yang harus dilakukan ketika seseorang baru menyadari bahwa selama ini dia sombong adalah segera melakukan “Taubatan Nasuha” serta meminta maaf kepada orang yang sudah dia sakiti karena kesombongannya.
Hal ini bertujuan supaya efek dari kesombongan tersebut tidak disegerakan azab oleh Allah SWT di dunia dan di akhirat nantinya. Hal yang dikwatirkan adalah ketika seseorang tersebut bergelimang dengan kenikmatan yang luar biasa yang meliputi harta, tahta dan wanita kemudian keesokan harinya dia diazab oleh Allah SWT sehingga dia belum sempat bertobat.
Sebuah Riwayat Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk sering melakukan ziarah kubur, hal ini bertujuan supaya mengingatkan umatnya tentang kematian dan bisa mencegah dari kesombongan.
Ibn Mas’ud RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah masuk neraka orang yang dalam hatinya ada iman meskipun sebesar biji sawi, dan tidaklah masuk surga orang dalam kalbunya terdapat kesombongan meskipun hanya sebesar biji Sawi. (HR. Muslim)
Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing, apakah kita tetap ingin bergelimang dengan kenikmatan kesombongan yang semu yang akan menghantarkan kita pada kebinasaan serat kehancuran ataukah kita akan menghilanh kesombongan dari diri kita untuk meraih Ridho Allah SWT. Semuanya kembali kepada niat pada diri kita masing-masing.
Prima Trisna Aji, dosen Prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang













