Oleh Agung Mumpuni
DI tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia kini dihadapkan pada fenomena baru yang menuai kontroversi: pendaftaran identitas digital melalui pemindaian mata.
Inovasi ini diperkenalkan oleh Worldcoin, projek global yang menggunakan teknologi biometrik sebagai pintu masuk ke dunia digital masa depan. Dengan perangkat canggih berbentuk bola logam bernama Orb, pengguna dapat memindai iris mata untuk mendaftar World ID.
Worldcoin sendiri merupakan proyek yang digagas oleh Sam Altman, CEO OpenAI, bersama Alex Blania dari perusahaan Tools for Humanity yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat.
Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem identitas digital yang dapat membedakan manusia sejati dari kecerdasan buatan. Dengan identitas digital ini, pengguna bisa mengakses berbagai layanan web3, login tanpa password, dan menerima insentif dalam bentuk mata uang kripto Worldcoin (WLD).
Pendaftaran World ID dilakukan melalui proses pemindaian iris mata. Orb, alat utama projek ini, memindai pola iris mata seseorang yang sangat unik, lalu mengubahnya menjadi kode terenkripsi (hash). Gambar asli iris diklaim tidak disimpan oleh sistem, dan hanya hash yang digunakan untuk keperluan verifikasi. Inilah yang membuat Worldcoin mengklaim sistem mereka aman secara privasi.
Mengapa Harus Pindai Iris Mata?
Iris mata adalah salah satu biometrik paling unik yang dimiliki manusia—bahkan lebih sulit dipalsukan dibandingkan sidik jari. Oleh karena itu, Worldcoin menggunakan teknologi pemindaian iris sebagai cara utama untuk memastikan bahwa satu orang hanya bisa memiliki satu World ID.
Teknologi ini juga menjadi upaya mengatasi maraknya akun palsu, penipuan digital, serta penyalahgunaan identitas di dunia maya. Dengan memastikan bahwa setiap orang hanya bisa memiliki satu ID, sistem Worldcoin mengklaim mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih bersih dan aman.













