WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Masyarakat Kabupaten Wonogiri, Kamis pagi (8/5/25), digemparkan oleh khabar tragedi maut seorang pria tewas. Diduga, dia nekat melompat dari atas Jembatan Kedung Areng. Korban berinisial RB (31), warga Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri.
Lokasi Jembatan Kedung Areng berada di bibir barat perairan Waduk Gajahmungkur, tepatnya di wilayah Dusun Kedung Areng, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Jembatan yang memiliki ketinggian sekitar 14 Meter (M) ini, membentang lurus di Kilometer (KM) 6,4 pada ruas Jalur Jalan Raya Wonogiri-Wuryantoro (Jateng). Prasarana infrastruktur jalan ini, merupakan bagian dari jalur antar provinsi Wonogiri (Jateng) – Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo melalui Humas Polres AKP Anom Prabowo, membenarkan tragedi maut yang merenggut nyawa seorang pemuda itu. Kejadiannya berlangsung Kamis pagi (8/5/25) Pukul 04.00. Polisi masih menyelidiki penyebab mengapa tragedi maut itu terjadi. Apakah betul itu sebagai tindakan nekat melompat dari atas jembatan, atau jatuh karena perilaku sembrono (tidak hati-hati) ketika berada di atas jembatan.
Petugas mendapatkan informasi, sesaat sebelum jatuh dari atas jembatan, korban bersama dua rekan wanitanya, yakni NS (17) dan TSA (20) melaju memakai mobil, dari arah Wuryantoro menuju Wonogiri (selatan ke utara). Saat tiba di jembatan, korban disebutkan sempat cekcok dengan NS, yang disebut-sebut sebagai pacarnya.
Relawan SAR
Tak lama kemudian, mendadak korban menghentikan mobilnya dan mengancam akan melompat dari atas jembatan. Meskipun kedua saksi, yakni NS dan TSA telah berusaha mencegah, rupanya korban tetap berlaku nekat melompat dari atas jembatan berketinggian sekitar 14 M tersebut. Tubuhnya terhempas ke dasar jembatan, dan memicu kematiannya di lokasi kejadian.
Polisi yang memperoleh informasi, segera meluncur ke lokasi kejadian, untuk melakukan penanganan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Bersama Tim Medis dari Puskesmas-2 Wonogiri Kota Pimpinan Bagus Nurrakhmad, kemudian dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan yang mengarah sebagai indikasi tindak kekerasan atau penganiayaan.
Petugas yang melakukan pemeriksaan, menemukan ada luka akibat tubuh korban terhempas jatuh dari atas jembatan teresbeut. Personel dari Polsek Wonogiri Kota bersama dari Polres Wonogiri, turun langsung untuk melakukan evakuasi korban. Evakuasi korban, dilakukan bersama personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab, serta relawan dari Search And Rescue (SAR) Wonogiri Pimpinan AKP Setiyono. Yakni Kabag Binmas Polres Wonogiri yang menjabat sebagai Ketua SAR Kabupaten Wonogiri.
Usai pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga disaksikan Perangkat Desa, untuk dilakukan prosesi pemakamannya. Pihak keluarga menolak outopsi pada jenazah korban. Karena telah menerima itu sebagai musibah.(Bambang Pur)













