KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani menghadiri Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan dan Demo Masak Berbahan Baku Ikan di Taman Kota Kebumen, Rabu (7/5).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (LHKP) Kabupaten Kebumen ini turut dihadiri Sekda Edi Rianto, Ketua Tim Penggerak PKK Kebumen Ny Nurjanah, serta diikuti 120 peserta dari lima desa atau kelurahan.
Bupati menyampaikan, gerakan masyarakat memakan ikan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja. Pemerintah saat ini menaruh perhatian besar pada upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan konsumsi pangan bergizi, terutama ikan.
“Ini juga sekaligus strategi untuk memaksimalkan potensi sektor perikanan lokal agar lebih produktif, bernilai tambah, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,”ujar Lilis.

Bupati menuturkan, ikan adalah sumber protein hewani yang sangat baik, kaya akan omega-3 dan nutrisi penting lainnya, terutama untuk tumbuh kembang anak. Sayangnya, tingkat konsumsi ikan di Kebumen masih relatif rendah baru 22,37 kg per kapita per tahun.
“Karena itu, Ini menjadi tantangan sekaligus peluang, mengingat potensi perikanan Kebumen sangat besar, baik dari perikanan tangkap maupun budi daya,”terang dia.
Melalui kegiatan ini, Bupati pun mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri mengolah dan mengonsumsi ikan dengan cara yang kreatif dan menarik. Sebab, ia menargetkan bisa menurunkan angka stunting menjadi 8,7% di tahu 2025.
“Untuk itu, mari kita jadikan kebiasaan makan ikan bukan hanya program sesaat, tapi gaya hidup masyarakat Kebumen. Saya yakin, dengan sinergi semua pihak, kita bisa mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan masa depan Kebumen yang lebih kuat,”tandas Lilis.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen Asep Nurdiana menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari lima desa dan kelurahan. Yakni Kelurahan Panjer dan Tamanwinangun, Desa Adikarso, Krakal, Patukrejo, dan Bonjokkidul. Wilayah ini menjadi salah satu penyebaran stunting.
Guna menekan stunting lebih luas, pada kesempatan tersebut diberikan paket makanan berbahan ikan. Seperti bakso ikan, nugget ikan, lele segar, dan otak-otak ikan kepada 120 peserta dari desa sasaran stunting.
“Semoga ini dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan konsumsi ikan di rumah tangga,” ucap Asep.
Komper Wardopo













