blank
Sekda Jateng Sumarno mengiringi langkah Kepala (BKN) Prof Dr Zudan Arif Fakrullah SH, MH. menuju ruang Rakoor Sekda se-Jateng di Hotel Ibis Style Simpanglima, Selasa (29/4/2025). Foto Humas

Sekda Marno menegaskan, jabatan Sekda di Kabupaten/kota adalah ASN tertinggi. Oleh karenanya, harus menjadi contoh yang baik kepada ASN yang ada di daerahnya.

“Situasi politik adalah tantangan dalam menjalankan tugas, namun ini adalah amanah yang harus dijalankan dan mudah-mudahan Allah selalu menolong kita,” tuturnya.

Paparan Kepala BKN

Pada kesempatan tersebut, para Sekda se Jateng mendengarkan  paparan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Dr Zudan Arif Fakrullah SH, MH.

Prof Zudan yang pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Gorontalo mengakui sangat penting untuk memahami situasi psikologi, dan suasana batin ASN. Terlebih pascapelaksanaan pemilu serentak 2024 silam.

Prof Zudan, demikian sapaan akrabnya, membeberkan sejumlah program yang akan dia kawal setelah empat bulan menjabat sebagai Kepala BKN. Tujuannya adalah untuk mewujudkan tata kelola ASN yang efektif dalam membangun birokrasi yang sehat.

Ada dua hal yang harus dihindari dalam pengelolaan ASN. Yakni regulasi yang “Viktimogenik” (berpotensi menimbulkan korban) dan regulasi yang “Kriminogenik” (berpotensi menimbulkan kejahatan).

Sejumlah langkah yang diterapkan BKN dalam rangka membangun birokrasi yang sehat, yaitu, menegaskan aturan formal dan akuntabilitas, utamakan etika pelayanan publik, terapkan merit system (kompetensi, bukan koneksi), dan terus evaluasi dan adaptasi terhadap perubahan zaman.

Selain itu, BKN juga akan menerapkan sistem remapping dan redistribusi pada penataan birokrasi di masa yang akan datang.  “Melalui pemetaan, akan dapat dilaksanakan optimalisasi birokrasi,” pungkasnya.

Sejumlah persoalan disampaikan para sekda. Antara lain pengisian job pada Strukur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang akan dilaksanakan di daerah dalam waktu mendatang.

R. Widiyartono