Oleh : Septiana Wibowo
Suasana yang meriah tampak pada sore itu, Minggu 27 Maret 2025. Ada banyak penari yang berusia muda dengan kostum dan tata rias yang sangat cantik dan menawan. Wajah-wajah ayu dan bagus memenuhi penjuru dan belakang panggung. Mereka adalah para penari professional dari berbagai sanggar dan penari sekolah yang ada di Jepara sendiri.
Acara itu sendiri digelar oleh Komite Tari Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Jepara guna memperingati Hari Tari Sedunia, dengan tajuk “Bumi Kartini Menari”. Acara tersebut menjadi salah satu rangkaian dalam acara Jepara In Fashion yang diadakan di Alun Alun Kota Jepara pada 25-28 Maret 2025.

Antusiasme masyarakat dan penonton yang sangat besar begitu terasa, mereka bahkan menunggu dari siang sembari menikmati jajanan yang dijajakan oleh berbagai UMKM Jepara. Pengunjung juga tampak berbelanja pakaian serta aksesoris yang di jual di expo yang juga mengelilingi Alun-alun.
Pukul dua siang, telah ada beberapa penari dari sekolah beserta orang tua mereka yang sudah siap di belakang panggung, dan tampak anak-anak lain maupun masyarakat sekitar yang terlihat antusias menunggu di sekitar penari. Sembari mengamati dengan seksama para penari.

Pagelaran tari ini sendiri tidak hanya di meriahkan oleh tari tradisional saja, namun juga ada tari modern dan bahkan pagelaran sendra tari. Ada sekitar 20 pertunjukan tari dengan konsep beragam yang digelar dengan berbagai usia, dan dari berbagai sanggar tari, sekolah maupun penari professional. Dimana seluruhnya berasal dari Kabupaten Jepara sendiri.
Acara dibuka pada sore hari pukul tiga, dengan pertunjukan tari dari SLB N Jepara. Lalu dilanjutkan dengan pertunjukan dari Grasi, Balawiya, Sangkara, SD Kanisius, Sekar Jati, Sekar Kinanti, Tadika Mesra, Sanggar Tari Mutia Vie, dan SMK 1 Kedung hingga sekitar pukul enam menuju waktu shalat magrib.

Setelahnya, dibuka lagi di pukul tujuh dengan pagelaran dari Oscar, TK PAUD NU, Bocil Budaya, Lawas Grup, Helion, Espentura, Krida Budaya dan puncaknya adalah Pertunjukan Kolosal Ratu Kalinyamat yang dimainkan apik oleh para penari. Pertunjukan Kolosal tersebut dilaksanakan dengan hidmat selama sekitar satu jam.
Tampak Bupati Jepara Witiarso Utomo atau biasa disapa Mas Wiwit bersama Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah beserta jajarannya menyaksikan pagelaran Tari hingga usai. Juga ribuan warga masyarakat Jepara penuh memadati area alun-alun Jepara.

“Kesannya jelas menyenangkan, ada upgrade dari setiap tahunnya, dan ini sudah tahun kelima digelar, dan merupakan acara tahunan rutin dari Komite Tari Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Jepara,” ucap Joharta selaku Wakil Pimpro dari Program Bumi Kartini Menari
Jo, sapaan akrab dari Joharta berpendapat, ada kemajuan dari semua lini, jika dilihat dari tahun sebelumnya. Dia mengungkapkan bahwa tim maupun praktisi telah bertumbuh. Panggung yang semakin baik dan penyaji yang semakin variatif dalam sajian tarian menjadi hal yang pantas diapresiasi oleh seluruh komponen masyarakat.
Dia menyampaikan bahwa dengan perbedaan peserta, sanggar serta dengan jenis pagelaran yang masing-masing berbeda ini justru memperkaya khasanah tari di Kabupaten Jepara sendiri. Wardrobe, tata rias dan penampil bagus dan variatif juga sangat memanjakan penonton dan pejabat daerah yang menyaksikan.
Saat ditanya harapannya kedepan, Jo menyampaikan harapan mereka yang sebenarnya lebih ke kemajuan program yang semakin tahun semakin membaik lagi. Ini membutuhkan dukungan stakeholder terkait, sponsorship, serta partnership yang baik sehingga akan semakin meningkatkan kualitas penyaji itu sendiri.
Penulis adalah pegiat budaya Jepara













