blank
Salah satu dosen USM (kanan), yang tergabung dalam tim PKM, saat memberikan edukasi tentang indentifikasi Child Grooming. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sejumlah dosen Universitas Semarang (USM), menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), di MAN 1 Kota Semarang, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini bertajuk Edukasi dan Pendampingan Guru dalam Mengidentifikasi Pola Child Grooming di Media Sosial’.

Tim KPM USM terdiri dari Dr Soiful Hadi ST MKom, Vensy Vydia SKom MKom, Feti Pratiwi SPsi MPsi Psikolog, Hermiana Vereswati SPsi MPsi dan Markus Nanang Irawan Budi Susilo SPsi MPsi Psikolog, memberikan materi sekaligus pendampingan langsung kepada sekitar 30 guru MAN 1 Kota Semarang.

Kegiatan ini juga menjadi respons atas meningkatnya risiko kejahatan siber terhadap anak, khususnya modus grooming, yang kerap menyasar pelajar melalui platform media sosial.

BACA JUGA: USM Terjunkan 855 Mahasiswa KKN PPM di Tiga Kecamatan Kota Semarang

Para guru dinilai memiliki peran strategis, sebagai pihak yang bisa berinteraksi langsung dengan siswa sehari-hari. Sehingga penting untuk dibekali kemampuan mengenali tanda-tanda awal, ketika seorang anak berpotensi menjadi korban.

Sedangkan Markus Nanang menjelaskan, child grooming merupakan proses bertahap yang dilakukan pelaku, untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dengan anak, sebelum akhirnya melakukan eksploitasi.

”Guru tidak harus menjadi ahli teknologi, tapi guru perlu peka terhadap perubahan sikap siswa. Kepekaan itu yang akan membantu deteksi dini sebelum masalah menjadi lebih besar,” ujarnya

BACA JUGA: Himalika USM Gelar Seminar Karya Tulis Ilmiah

Disampaikan juga, terdapat beberapa ciri umum yang patut diwaspadai. Seperti munculnya kedekatan berlebihan antara anak dengan orang asing di dunia maya, pemberian perhatian atau hadiah yang tidak wajar, ajakan untuk merahasiakan komunikasi dari orang tua atau guru, hingga perubahan perilaku anak yang tiba-tiba menjadi tertutup atau cemas, terkait aktivitas daring mereka.

Tak hanya pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi, mengenai langkah pendampingan yang tepat, apabila menemukan indikasi siswa mengalami situasi berisiko.

Tim dosen USM juga menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara guru, siswa, dan orang tua, serta segera melibatkan pihak berwenang atau layanan perlindungan anak, apabila ditemukan indikasi kuat adanya eksploitasi.

BACA JUGA: Fakultas Hukum USM Bertekad Pertahankan Akreditas Unggul

Wakil Kepala bidang Hubungan masyarakat MAN 1 Kota Semarang, Irfan Dwi Putranto SPd pun, menyambut baik kegiatan ini. Dia berharap, kerja sama dengan USM dapat berlanjut dalam bentuk program edukasi digital lainnya.

”Kami juga memberikan pendampingan juga wawasan pada siswa, agar menggunakan media sosial secara bijak dan beradap, sehingga mendatangkan kemaslahatan,” terangnya.

Pihaknya pun ingin kegiatan ini mampu memperkuat peran sekolah, dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi siswa. Khususnya di tengah tingginya interaksi anak dengan dunia digital saat ini.

Riyan